JABAR EKSPRES — Penumpukan sampah masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Bandung, di antaranya kawasan TPS Pasar Kosambi hingga TPS Gunung Batu. Terbaru, timbulan sampah yang mulai kembali muncul di Pasar Induk Gedebage.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menyebut keterbatasan kuota pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi penyebab utama belum terangkutnya sampah dari lokasi-lokasi tersebut.
“Beberapa titik juga ada penumpukan, salah satunya di Gunung Batu dan dekat Monumen Perjuangan masih ada penumpukan,” kata Darto saat diwawancara Jabar Ekspres, beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga:Job Fair di Rancaekek Bandung, 300 Loker Jadi Sasaran MasyarakatCimahi Hadapi Gelombang Penonaktifan BPJS PBI, Lansia dan Balita Jadi Prioritas
Dia menjelaskan bahwa kendati mesin, metode, dan petugas tersedia, namun pengangkutan tetap tersendat karena terbatasnya daya tampung Sarimukti.
“Pertama kalau peralatan, mesin dan method memang punya. Tapi kendalanya ini tempat pembuangan Sarimukti masih terbatas. Dalam kondisi tertentu memang kita diberi tambahan kuota, tapi itu pun belum menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Kondisi penumpukan ini disebut sudah berlangsung selama sekitar dua pekan. Darto menyebut upaya penyelesaian pun membutuhkan solusi yang lebih besar dan jangka panjang.
Pemkot Bandung saat ini tengah menyiapkan tempat pengolahan akhir baru untuk membuang sampah di luar Sarimukti.
“Nah sekarang kota sedang berupaya untuk membuat TPA tempat pengolahan akhir,” katanya.
“Kita sedang berupaya semoga harapannya tidak ada kendala. Membuang dalam artian ke tempat pengolahan baru,” lanjut Darto.
Untuk jangka pendek, DLH Bandung mengaku telah mendapat tambahan kuota pengangkutan sebanyak 15 ritase, meski belum cukup untuk menuntaskan seluruh timbunan.
Baca Juga:Masalah Sampah Kembali Mencuat, Pemkot Bandung Canangkan Lahan Pengolahan Akhir1.488 Peserta Jaminan Kesehatan di Banjar Dinonaktifkan
“Kemungkinan dalam bulan depan ada alternatif untuk membackup kuota pengangkutan sampah yang semakin berkurang,” pungkasnya.
