Serangan AS ke Iran Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Naik?

Ilustrasi minyak mentah dunia.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Minggu (22/6) tampaknya akan berdampak pada harga minyak mentah dunia.

Hal itu disampaikan Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi. “Kemungkinan besar harga minyak mentah dunia ini akan kembali lagi mengalami kenaikan,” ujarnya, dikutip Senin (23/6/2025).

Menurutnya, kenaikan minyak mentah ini akan terjadi dan semakin melonjak jika Iran melakukan blokade di Selat Hormuz sebagai balasan terhadap para musuhnya.

Baca Juga:Pemkot Bandung Rencana Gelar Rapat Lagi di Hotel, Pengamat Kebijakan Publik: Perlu Hitung Output dan EfisiensiAtasi Predikat Kota Termacet, Pemkot Bandung Siapkan Angkot Modern dan Bakal Bangun Tempat Parkir Vertikal

“Setelah Amerika masuk dalam kancah pertempuran di Timur Tengah, kemungkinan besar Iran akan melakukan blokade Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

“Kita melihat bahwa selat hormus ini adalah selat yang paling vital untuk transportasi minyak,” tambahnya.

Sebelumnya, prediksi kenaikan harga minyak mentah dunia ini juga sempat disampaikan Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang mengatakan bahwa minyak mentah dunia akan naik tipis.

“Misalnya naik maksudnya, naik gak begitu besar, karena baru sekali, belum secara berkelanjutan. Kenaikan yang besar baru akan terjadi jika Iran membalas serangan ke Amerika,” ujarnya.

Sementara itu, mengutip Reuters, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan meningkat mencapai USD 5 per barel saat Iran membalas keras hingga menyebabkan terjadinya gangguan pasokan.

“Harga minyak diperkirakan akan naik,” kata Kepala Analis geopolitik di Rystad dan mantan pejabat OPEC, Jorge Leon.

“Bahkan, jika tidak ada tindakan balasan langsung, pasar cenderung memperhitungkan premi risiko geopolitik yang lebih tinggi,” sambungnya.

Baca Juga:Pemkab Bogor Ikuti Kebijakan Pusat, Satgas Saber Pungli Resmi DibubarkanMelihat Batik Karya Disabilitas, Desain Unik Ikut Lestarikan Budaya

Di sisi lain, Analis SEB Ole Hvalbye menyampaikan bahwa harga acuan minyak global, yaitu Brent akan naik mencapai USD 3 hingga USD 5 per barel saat pembukaan pasar, pada Senin (23/6).

Padahal sebelumnya, harga Brent ditutup menurun sebesar USD 77,01 per barel pada Jumat (20/6) dan harga US West Texas Intermediate sebesar USD 73,84 per barel.

0 Komentar