JABAR EKSPRES – Menyikapi predikat Kota Bandung sebagai kota termacet di Indonesia versi laporan terbaru sejumlah lembaga riset lalu lintas, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengumumkan serangkaian langkah strategis guna mengurai kemacetan kronis yang terjadi di sejumlah ruas jalan utama.
Salah satu program unggulan yang tengah digodok adalah peluncuran angkutan kota (angkot) modern dan terintegrasi yang diberi nama “Bandung Utama”, serta kebijakan pelarangan parkir sembarangan di tepi jalan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyebut kemacetan di Bandung bukan hanya disebabkan volume kendaraan pribadi yang tinggi, tetapi juga oleh perilaku parkir liar dan operasional angkot konvensional yang tidak tertata.
Baca Juga:Pemkab Bogor Ikuti Kebijakan Pusat, Satgas Saber Pungli Resmi DibubarkanMelihat Batik Karya Disabilitas, Desain Unik Ikut Lestarikan Budaya
“Kami sudah menyiapkan sejumlah program. Salah satunya, kami akan melarang parkir di on the street (di badan jalan). Kami juga akan membangun kantong-kantong parkir vertikal di beberapa titik untuk mengalihkan kendaraan dari jalanan,” ujar Erwin, saat ditemui di Kawasan Jalan Kadipaten, Kota Bandung, Minggu (22/6).
Selain itu, Pemkot akan merevolusi sistem transportasi publik dengan menghadirkan angkot modern yang terintegrasi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Program ini tidak hanya menata ulang rute, tapi juga akan mengubah sistem kerja para pengemudi.
“Kami akan luncurkan angkot. Namanya Bandung Utama. Angkot ini dilengkapi AC, nyaman, dan tidak lagi ngetem. Supirnya nanti kami gaji. Tidak ada lagi kejar setoran,” tegasnya.
Menurutnya, sistem kejar setoran selama ini menyebabkan angkot sering berhenti sembarangan, menunggu penumpang, bahkan parkir di badan jalan. Akibatnya, alur lalu lintas terganggu dan kemacetan menjadi tak terhindarkan.
“Saat ini mereka karena mencari setoran akhirnya nongkrong di jalan, macet dan lain-lain. Nanti itu tidak ada lagi, Insya Allah,” tambahnya.
Dalam tahap awal, Pemkot Bandung menargetkan meluncurkan 1.000 unit angkot Bandung Utama pada tahun ini, dengan target jangka panjang mencapai 4.000 unit secara bertahap. Namun, Erwin menyebut realisasi target tersebut sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
“Target kita 4.000 angkot. Tapi ini juga tergantung dengan kemampuan APBD Kota Bandung. Mudah-mudahan saja kami bisa naikkan,” ujarnya.
