Retret Gelombang Kedua, Gubernur Lemhannas Tekankan Pentingnya Isu Dinamika Geopolitik Global

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily (kemeja coklat) pada Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily (kemeja coklat) pada Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily soroti dinamika geopolitik global, sebagai materi yang dibahas pada Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, kepala daerah sangat penting memiliki kewaspadaan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang saat ini tengah terjadi.

“Pemahaman ini perlu dimiliki kepala daerah agar dapat menyusun kebijakan secara tepat, salah satunya dengan memperhatikan Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk kebijakan efisiensi anggaran,” katanya, Senin (23/6).

Baca Juga:Utang Pemprov Jabar ke BPJS Capai Rp330 Miliar, Sekda Beberkan Alasannya!Sampah Menggunung Selama Bertahun-tahun di Pasar Cihaurgeulis, Pemkot Bandung Baru Bertindak

Ace menilai, kebijakan yang tepat dilakukan oleh kepala daerah, menjadi rangka dalam mengantisipasi berbagai potensi-potensi yang bisa saja menimbulkan dampak terhadap ekonomi nasional.

Lebih lanjut, materi yang disampaikannya kepada peserta Retret lebih menekankan pada situasi geopolitik global dan dampaknya terhadap ketahanan nasional serta kondisi di daerah.

Materi ini penting, ujar Ace dinilai penting, karena tidak ada kebijakan, termasuk di daerah, yang tidak terdampak oleh situasi geopolitik global.

Beberapa dinamika isu global yang penting diperhatikan oleh para kepala daerah, seperti kenaikan tarif resiprokal yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Sedikit banyak akan mempengaruhi terhadap misalnya industri, beberapa industri di kita, terutama misalnya soal industri garmen, industri tekstil, industri kayu, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Ace, perlu diantisipasi oleh setiap daerah dengan langkah serius, salah satunya melalui diversifikasi produk sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Selain itu, dijelaskan Ace, perlu juga memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar berdaya saing di tengah situasi global saat ini.

Baca Juga:Atasi Kemacetan, Bupati Bandung Dorong Pembangunan Flyover Bojongsoang Pasca Kebakaran, Aktivitas Pedagang di Pasar Anyar Bogor Dihentikan Sementara

Mengenai situasi global yang tengah terjadi saat ini, isu terbaru terkait perang antara Iran dan Israel, dinilai memberikan dampak terhadap beberapa negara untuk terlibat.

Diketahui, kondisi ini akan berdampak terhadap situasi global, salah satunya terhadap harga minyak. Hal ini disebabkan sikap Iran yang mengancam akan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi pasokan minyak dunia.

“Karena kita tahu bahwa Selat Hormuz merupakan salah satu di antara lintasan perdagangan rantai pasok global terutama harga minyak dunia, yang saat ini sudah kita ketahui bersama sudah mulai merangkak naik,” jelasnya.

0 Komentar