Ketika Janji Pendidikan Tak Sampai ke Pelosok KBB, Puluhan Siswa Bertaruh Nyawa Demi Belajar

Ketika Janji Pendidikan Tak Sampai ke Pelosok KBB, Puluhan Siswa Bertaruh Nyawa Demi Belajar
Siswa MI Cangkuang, Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Bandung Barat bertahan belajar tanpa bantuan, di tengah bayang proyek raksasa Upper Cisokan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Tidak butuh gedung mewah, cukup tempat aman buat belajar,” kata Gungun lirih.

Tujuh guru yang ada mengajar tanpa status PNS, dan nyaris tanpa perlindungan negara. Mereka mengaku hanya ingin anak-anak tetap bisa membaca dan menulis, meski nyawa dipertaruhkan setiap kali hujan datang.

Kondisi ini jelas menampar wajah sistem pendidikan nasional yang kerap membanggakan program-program besar, namun gagal melihat realita di pelosok negeri.

Baca Juga:Pendaki Asal Tamansari Hilang saat Mendaki Gunung Salak 1, SAR Gabungan Lakukan PencarianSering Langgar Aturan, 8 Ribu Lebih Truk ODOL Diamankan! 

MI Cangkuang adalah potret nyata ketimpangan dan pembiaran. Ketika pendidikan menjadi janji di atas panggung politik, anak-anak ini justru harus belajar di atas puing-puing yang mengancam keselamatan mereka setiap hari.

“Sekolah ini bisa roboh kapan saja. Tapi kami tak punya pilihan lain,” tandas Gungun lirih. (Wit)

0 Komentar