Get The Fest Usung Isu Lingkungan, Sampah Plastik di HUT Cimahi Diolah Jadi Solar Lewat Teknologi Pyrolysis

Get The Fest Usung Isu Lingkungan, Sampah Plastik di HUT Cimahi Diolah Jadi Solar Lewat Teknologi Pyrolysis
Get The Fest Usung Isu Lingkungan, Sampah Plastik di HUT Cimahi Diolah Jadi Solar Lewat Teknologi Pyrolysis
0 Komentar

JABAR EKSPRES – HUT Kota Cimahi yang ke-24, biasanya identik dengan euforia dan tumpukan sampah. Namun, peringatan tahun ini membawa inovasi dalam penyelenggaraan acara publik.

Tim dari Get The Fest hadir dengan misi lingkungan, mengangkat isu sampah plastik dan memperkenalkan pengelolaan berkelanjutan melalui teknologi pyrolysis yang mampu mengubah limbah menjadi energi, yakni solar.

“Jadi Get The Fest ini merupakan sebuah inisiasi festival musik, budaya, dan seni yang dijadikan satu, tapi dibungkus dengan isu lingkungan. Jadi kita nggak cuma senang-senang aja, tapi juga mengusung tema lingkungan,” ujar Koordinator Waste Management, Ine Febriyanti, saat ditemui Jabar Ekspres di Gedung DPRD Kota Cimahi, Sabtu (21/6/25).

Baca Juga:Pemkab Bogor Bangun Creative Hub, Dorong Kreativitas Anak MudaWali Kota Ngatiyana Soroti Sejumlah Masalah di Hari Jadi Cimahi ke-24

Menurut Ine, pendekatan ini berbeda dengan festival pada umumnya yang kerap meninggalkan jejak sampah berserakan pasca-acara.

“Biasanya kan kita konser cuma senang-senang aja, tapi sampahnya tuh pasti bakalan tersisa. Nah, di Get The Fest ini kita sudah edukasi soal pengelolaan sampah, mulai dari pengunjung sampai semua elemennya sudah memilah sampahnya,” kata Ine.

Menariknya, sampah yang telah dipilah tersebut tidak dibiarkan menumpuk. Panitia menyediakan mesin pyrolysis mesin buatan anak bangsa yang mampu mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar solar.

“Jadi nanti sampah yang terpilah ini kita olah langsung. Di sana juga ada mesin kami, mesin pyrolysis, kita olah jadi solar,” ujarnya.

“Solar ini nantinya bisa digunakan untuk suplai forklift. Kita sedang arahkan agar digunakan oleh kendaraan milik DLH Kota Cimahi,” sambung Ine.

Ine menjelaskan, dalam festival sebelumnya, solar hasil pengolahan ini bahkan digunakan untuk menyuplai genset. Namun, pada perayaan HUT Cimahi kali ini, pihak penyelenggara menggunakan aliran listrik dari PLN, sehingga solar dialihkan untuk kendaraan operasional milik Pemkot seperti truk dan forklift.

Berbeda dari pembakaran langsung seperti pada generator konvensional, proses pyrolysis memanfaatkan pemanasan tanpa menghasilkan asap maupun emisi berbahaya.

Baca Juga:Dorong Penguatan Ekosistem Alumni ITB, Agung Aswamedha : Saatnya Bersatu untuk Bangsa15 Ribu Lapangan Kerja per Tahun? Pengamat Unpad: Pemkot Bandung Perlu Libatkan Industri

“Kalau mesin pyrolysis itu dibikin sendiri oleh orang Indonesia, dirakit juga oleh orang Indonesia. Jadi kita bukan seperti generator yang dibakar. Ini pemanasan, jadi nggak ada asap, nggak ada emisi,” tegasnya.

0 Komentar