JABAR EKSPRES – Dalam banyak catatan sejarah, Soekarno dikenal memiliki banyak perempuan yang dipersunting semasa hidupnya.
Dari catatan sejarah yang ada, Soekarno disebut-sebut memiliki sebanyak sembilan istri yang dinikahi di sejumlah daerah dan bahkan ada yang warga asing.
Diketahui dari sembilan istri tersebut, salah satunya Soekarno pernah menikahi perempuan asal Jepang bernama Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi.
Baca Juga:Ternyata Ini Sosok Anak Soekarno yang Telah Disembunyikan Selama 40 Tahun, Terbongkar Gara-gara SoehartoSuksesor Edo Febriansah di Persib Bandung Bakal Pemain Berlabel Timnas Indonesia?
Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi ini kemudian dikenal sebagai satu-satunya perempuan asal Jepang yang dinikahi oleh Sang Proklamator.
Namun ternyata, ada salah satu perempuan Jepang lainnya yang pernah dinikahi oleh Bung Karno dan belum banyak orang yang tahu.
Istri asal Jepang ini bahkan tidak tercatat dalam sejarah, alhasil hanya diketahui bahwa presiden pertama Indonesia ini hanya memiliki satu istri dari negara tersebut.
Melansir kanal YouTube Indonesia Insider, sosok perempuan Jepang yang dimaksud bernama Sakiko Kanase.
Sakiko Kanase yang Terlupakan
Sakiko Kanase ini justru merupakan perempuan asal Negeri Matahari Terbit yang lebih dulu dinikahi Bung Karno sebelum Ratna Sari Dewi.
Sayangnya nasib baik tak berpihak pada Sakiko Kanase, tak seperti yang dialami oleh Naoko Nemoto semasa hidupnya.
Pasalnya, Sakiko diketahui lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri di usianya yang baru menginjak 25 tahun,
Baca Juga:Persib Bandung Kabarnya Bakal Gaet 1 Penggawa Timnas Indonesia, Siapa?Ternyata Ada 2 Nama Julio Cesar, Mana yang Bakal Gabung Persib Bandung Musim Depan?
Keputusan bunuh diri yang dilakukan olehnya tak lama setelah menikah dengan Bung Karno, bahkan disebabkan oleh Sang Proklamator.
Saat itu Sakiko yang diberi nama Maisaroh merasa cemburu tatkala mengetahui bahwa Soekarno justru jatuh hati Kembali kepada perempuan Jepang lain, yakni Ratna Sari Dewi.
Apalagi ketika itu, Maisaroh sudah dibawah oleh Bung Karno ke Indonesia dan tinggal di salah satu tempat di Jakarta.
Kondisi tersebut membuat perempuan Jepang itu frustasi, karena meresa tercampakkan dan terbuang jauh dari negara asalnya.
Puncak kecemburuannya semakin membara ketika Bung Karno malah mengundang Naoko Nemoto untuk datang ke Indonesia.
Dua minggu sejak kedatangan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Sakiko Kanase akhirnya bunuh diri dengan mengiris urat nadinya.*
