Perluas Kerjasama Global, Dedie Rachim Kenalkan Keindahan Agrikultur Kota Bogor ke Dunia

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menyambut kedatangan peserta Capacity Building dari 16 negara, di Balai Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menyambut kedatangan peserta Capacity Building dari 16 negara, di Balai Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim dengan bangga menyambut kehadiran para peserta Capacity Building for Like-Minded Countries: Sustainable Coffee and Cacao di Kota Bogor.

Dedie mengungkapkan betapa pentingnya menjadi tuan rumah acara internasional tersebut, karena dapat memperkenalkan potensi agrikultur yang dimiliki oleh Kota Bogor sekaligus memperluas kerja sama global.

Hal itu disampaikannya saat makan malam bersama 36 peserta dari 16 negara di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, pada Rabu (18/6). Mereka akan berada di Kota Bogor hingga 21 Juni 2025.

Baca Juga:Tinjau IPDN Kampus Jatinangor, Wamendagri Sebut Retret Akan Diikuti 87 Kepala Daerah dari 93 Peserta TerdaftarAksi Protes RUU ODOL, Ribuan Sopir Truk di Kabupaten Bandung Blokade Tol Soraja hingga Lumpuhkan Lalu Lintas

Dedie menjelaskan bahwa acara tersebut hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan IPB University dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi untuk pengembangan kopi dan kakao yang berkelanjutan.

“Ini sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami untuk menjadi tuan rumah, bagian dari program ini. Kopi dan kakao bukan hanya komoditas, tapi juga simbol ketahanan ekonomi dan identitas banyak negara Global South,” kata Dedie Rachim dikutip Kamis (19/6).

Dirinya juga mengajak para delegasi untuk mengeksplorasi Kota Bogor, mulai dari kekayaan komoditas lokal hingga fasilitas edukasi dan riset, yang semuanya mendukung pengembangan agrikultur berkelanjutan.

“Bogor memiliki komitmen kuat terhadap urban agriculture dan pendidikan inklusif. Kami harap peserta dapat merasakan langsung potensi yang kami miliki, termasuk dalam riset kopi dan kakao,” ucap Dedie.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim Univeritas IPB, Ernan Rustiadi, menjelaskan bahwa Bogor memiliki sejarah panjang sebagai pusat pertanian dan riset agrikultur nasional.

“Banyak produk agrikultur Indonesia, seperti kopi, kakao, dan minyak sawit bermula dari riset di Kebun Raya Bogor. Oleh karena itu, Kota Bogor mendeklarasikan diri sebagai Science Creative City,” ungkapnya.

Ernan juga menyebutkan bahwa kopi lokal dari Bogor, seperti Kopi Cibulao, bahkan pernah meraih penghargaan kopi terbaik se-Nusantara pada tahun 2016, menjadi bukti potensi yang dimiliki daerah ini.

Baca Juga:Pirolisis Berpotensi Susut 97 Persen Sampah Plastik Cimahi, Ini Kata Perbanusa!Pembangunan SMKN 1 Cijeungjing Ciamis Diduga Gagal Total, Tersangka di Depan Mata

Sementara itu, Jossue, salah satu peserta dari Guatemala, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini dan keramahan masyarakat Kota Bogor.

0 Komentar