Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira, menjelaskan, dalam mendirikan training center ini, pihaknya membangun jaringan strategis dengan industri, mitra internasional serta institusi terkemuka ahli teknologi air, sehingga setiap sesi pelatihan telah dirancang untuk memberikan dampak nyata.
Dibangun dua lantai, training center ini memiliki empat ruangan kelas mencakup laboratorium, auditorium, kelas PAS, kelas unit, serta fasilitas cafe dan mushola.
“Kami punya empat ruang pelatihan, termasuk satu ruang demonstrasi berupa miniatur jaringan air Kota Bogor. Fasilitas ini akan kami maksimalkan untuk pelatihan teknis maupun manajerial, baik bagi pegawai PDAM maupun sektor lain seperti customer service, keuangan, hingga kehumasan,” terang Rino.
Baca Juga:Kepala KCD XIII Dianggap Angkuh, Bupati Herdiat Sindir: Sudah Tidak Betah di Ciamis?UMKM Bandung Digembleng Penggunaan Teknologi dan AI
Nantinya, peserta yang telah mengikuti pelatihan training center diharapkan mampu menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan berintegritas serta berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan air dan kinerja perusahaan.
Ia menambahkan, Perumda Tirta Pakuan telah berinvestasi membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dengan demikian, peserta pelatihan yang memenuhi syarat akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
“Sertifikasi ini penting. Kompetensi itu yang nanti bisa menjadi modal untuk naik jabatan atau mencalonkan sebagai direksi PDAM. Bahkan kami terbuka untuk pelatihan jurnalis dan humas, termasuk bekerja sama dengan wartawan dan LSP terkait,” ujarnya.
Keberadaan training center ini juga diapresiasi oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil.
“Ini bentuk nyata peningkatan pelayanan publik. Dengan pelatihan yang tepat, kualitas SDM akan semakin meningkat dan berdampak langsung terhadap pelayanan kepada lebih dari 100 ribu pelanggan,” singkat Adityawarman. (YUD)
