Waduh! ASN Disdik Kabupaten Bogor Diduga Selingkuh, Anaknya Curhat di Medsos

Dugaan perselingkuhan ASN di Disdik Kabupaten Bogor
Dugaan perselingkuhan ASN di Disdik Kabupaten Bogor
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jagat media sosial dihebohkan dengan curhatan seorang warganet yang mengaku sebagai anak dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Lewat akun X bernama @sugarplumpy, ia membeberkan dugaan perselingkuhan sang ayah dengan rekan sekantor yang juga seorang ASN.

Skandal ini bermula dari unggahan D, pemilik akun sekaligus anak dari terduga pelaku yang menyebut ayahnya, berinisial S, menjabat sebagai pengawas SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Baca Juga:Kurban Jadi Momen Berbagi dan Silaturahmi Wakil RakyatJangan Sampai Salah, Begini Tips Menyembelih Hewan Kurban Agar Daging Tetap Segar

S diduga menjalin hubungan terlarang dengan perempuan berinisial sama, S, yang juga ASN dan menjabat sebagai pengawas SD.

Dalam unggahannya, D menceritakan bahwa pada Agustus 2024, ayahnya tiba-tiba mengajukan izin untuk berpoligami kepada sang ibu.

Permintaan itu dianggap candaan belaka. Namun, beberapa minggu setelahnya, sikap sang ayah di rumah mulai berubah drastis dan mencurigakan.

“Mama kira itu cuman bercanda, dan gak curiga. Tapi berjalnnya waktu sikap bapak di rumah jadi beda,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (8/6).

Puncak kecurigaan terjadi pada Oktober 2024, ketika D menemukan sejumlah pesan mesra antara ayahnya dan selingkuhannya.

Salah satu isi chat yang ditemukan berbunyi, “Iya mih, mas tahu itu privasi,” dan “Hehe, iya sayang.”

Tak hanya mengungkap hubungan terlarang, D juga menyingkap sisi gelap lainnya yakni dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pada 3 Oktober 2024, sang ayah disebut menampar ibunya di depan anak-anak.

Baca Juga:Jaga Kualitas Daging Kurban, Diskanak Kabupaten Bogor Minta Warga Gunakan Plastik Food GradeWacana Masuk Sekolah Pukul 06.30 WIB Masih Dikaji, Jam Malam Anak Diperketat

Dua minggu kemudian, ia nyaris memukul sang istri menggunakan raket nyamuk, namun dicegah oleh adik D.

“Memang ga ada luka, tapi luka mentalnya? Udah permanen buat kita semua,” tulis dia.

Akibat ulah sang ayah yang makin jarang pulang, D mengaku bahwa kondisi keluarga mereka terguncang secara psikologis dan finansial.

“Kalau ke arah materil karena jarang pulang kan, kalau misalnya minta uang atau kebutuhan lainnya kita ngandelin dari mamah juga,” katanya.

D menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, mengaku akan segera memanggil kedua ASN yang diduga terlibat.

0 Komentar