Aktivitas Vulkanik Tangkuban Parahu Meningkat, Wisata Malah Tetap Jalan? 

Wisatawan menikmati panorama kawah Gunung Tangkuban Parahu di tengah peningkatan aktivitas vulkanik. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Wisatawan menikmati panorama kawah Gunung Tangkuban Parahu di tengah peningkatan aktivitas vulkanik. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data pemantauan Badan Geologi, lonjakan frekuensi gempa vulkanik tercatat pada 3-4 Juni 2025.

Berdasarkan data dari Badan Geologi, Gempa jenis low frequency (LF) tercatat sebanyak 270 kali dengan amplituda 1,5–12 mm dan durasi 7–29 detik. Selain itu, gempa vulkanik dangkal juga terjadi dua kali dengan amplituda 2–8 mm dan durasi 6–9 detik. Sebagai perbandingan, pada hari sebelumnya jumlah gempa LF tercatat hanya 134 kejadian.

Meski terjadi peningkatan aktivitas, kawasan wisata Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu masih dibuka untuk umum. Namun, pengelola menegaskan bahwa operasional wisata tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) ketat demi menjaga keselamatan pengunjung.

Baca Juga:Edukasi Pelajar Soal Jam Malam, Polresta Bandung Sambangi Sejumlah Tempat NongkrongSiap Ikuti SE Jabar, Disdik KBB Matangkan Kebijakan Jam Efektif Pembelajaran

“Kalau kita beroperasi di sini kan sesuai SOP saja. Contohnya, kendaraan roda empat harus diparkir menghadap ke luar, bukan ke arah kawah. Jadi jika terjadi sesuatu tidak panik,” ujar Direktur Operasional TWA Tangkuban Parahu, Ruslan Kaban, saat dikonfirmasi, Kamis (5/6/2025).

Ruslan menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan perkembangan terbaru kondisi gunung.

Hingga kini, status Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada tingkat normal (Level I). Namun, pengunjung tetap diimbau untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak mendekati bibir kawah.

“Kita tetap kerja sama dengan vulkanologi. Apa pun yang terjadi, langsung koordinasi. Jadi sejauh ini kondisinya dipastikan tetap aman,” tegasnya.

Sementara itu, Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, Kristiyanto mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu, sejak Minggu (1/6), tercatat sekitar 100 kejadian gempa LF. Sedangkan pada Senin (2/6) tercatat 134 kejadian, dan Selasa (3/6) terjadi peningkatan sebanyak 270 kejadian.

Menurutnya data tersebut jelas menunjukkan ada tren peningkatan dari sisi kegempaan. Kemudian selain memantau kegempaan, Badan Geologi juga mengamati deformasi tubuh gunung melalui pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) dan GPS.

“Pemantauan ini tentu harus sinkron dengan data visual lapangan. Peningkatan deformasi yang kami lihat mendukung temuan kegempaan,” kata Kristiyanto.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Salat Idul Adha di Desa Tonjong Cirebon! Siap Dongkrak Daya Saing, Disnaker Kota Banjar Latih 432 Warga

Gunung Tangkuban Parahu dikenal sebagai gunung berapi tipe hidrotermal yang berpotensi mengalami erupsi freatik, yaitu semburan uap dan material panas tanpa didahului peningkatan deformasi atau kegempaan yang signifikan.

0 Komentar