Minta Dukungan KLH, Dua Kepala Daerah Bogor Raya Sejalan Urus Solusi Pengelolaan Sampah

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat mengunjungi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol. (Yudha Prananda / Istimewa)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat mengunjungi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol. (Yudha Prananda / Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus merumuskan terkait persoalan dan penanganan sampah dengan berkolaborasi bersama sejumlah pihak tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Baru-baru ini, kedua kepala daerah yakni Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto melakukan sowan ke Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Jakarta, Senin (2/6), Kota Bogor dan Kabupaten Bogor mendapat optimisme baru dalam penanganan sampah.

Baca Juga:Jadi Tuan Rumah, Persib Belum Pastikan Venue Piala Presiden 2025Siap Kucurkan Rp25M, Dedi Mulyadi Buktikan Komitmen Bangun Jalan Baru di Batutulis Bogor

Dedie Rachim menuturkan, upaya pertemuan itu merupakan lanjutan dari pertemuan antara Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor di Balai Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, bahwa ke depan persoalan sampah harus bisa dimanfaatkan dalam bentuk-bentuk, seperti energi, produk atau pupuk yang nantinya bermanfaat kembali untuk masyarakat.

Menurutnya, dalam upaya tersebut tentu daerah tidak bisa berdiri sendiri, sehingga perlu mendapatkan bimbingan dari pemerintah pusat, dalam hal ini KLH.

“Agar ke depan proses langkah-langkah menuju penanganan sampah yang lebih modern terpadu dan lebih bermanfaat itu sesuai dengan koridor yang ada dan diarahkan oleh pusat,” kata Dedie dikutip Rabu (4/6).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menambahkan, dari pertemuan tersebut pihaknya mendapat arahan dan petunjuk terkait pengelolaan TPA Galuga yang nantinya akan disepakati untuk melakukan kerja sama lanjutan terkait pengelolaan sampah.

“Tentunya hal ini tidak menjadi tempat pembuangan akhir sampah, tapi kita akan melakukan langkah-langkah terkait pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ucap Rudy.

Untuk tahap awal, Kabupaten Bogor akan mulai menggunakan konsep sanitary landfill, seperti yang sudah dilakukan Kota Bogor.

Baca Juga:Meski Kasus Landai, Bandung Barat Tetap Waspada Covid-19 Varian BaruTolak Rp2,2 Triliun dari Al-Hilal, Bruno Fernandes Pilih Bertahan di Eropa

Selanjutnya, Kabupaten Bogor juga akan menindaklanjuti terkait perizinan-perizinan di wilayah puncak yang perlu dievaluasi untuk melestarikan lingkungan.

“Tentunya seperti arahan dari pak menteri, kita tetap menjaga alam tetap lestari,” tegas Rudy. (YUD)

0 Komentar