JABAR EKSPRES – Pembina Poros Sahabat Nusantara (Posnu) Kota Banjar, Muhlison, melayangkan kritik tajam terhadap Wali Kota Banjar, Sudarsono, terkait pernyataannya bahwa perusahaan di wilayahnya tidak berkontribusi dan ancaman penutupan.
Muhlison menilai pernyataan itu tidak masuk akal, kontraproduktif, dan merusak iklim investasi.
Ia juga mengecam pernyataan Wali Kota yang dianggap tidak berdasar dan berpotensi merugikan upaya pemerintah menarik investor.
Baca Juga:Longsor Susulan Gunung Kuda Hentikan Evakuasi, Jenazah Kembali DitemukanKetua DPRD Bogor Sastra Winara Minta Pemuda Maksimalkan BLK
“Apa dasarnya? Perusahaan jelas mempekerjakan warga Banjar. Itu kontribusi nyata membuka lapangan kerja,” tegasnya, Minggu (1/6/2025).
Dia mendesak Sudarsono mencocokkan data sebelum membuat pernyataan publik. “Kalau benar tidak ada kontribusi retribusi atau pajak, justru pertanyaannya, kemana saja Pemkot selama ini? Jangan-jangan ini akibat salah kelola,” ujar mantan Ketua PMII Kota Banjar itu.
Muhlison meragukan akurasi pernyataan Wali Kota karena minimnya data. “Ada datanya atau sekadar asumsi? Pejabat publik wajih bertanggung jawab dengan data. Kemudian bagaimana mungkin perusahaan besar tidak kena pajak daerah, sementara restoran kecil kena? Mungkin Pemkot lalai mengawasi atau menetapkan aturan. Terakhir keberadaan perusahaan berpotensi membawa Tenaga Kerja Asing (TKA). Apa pengawasannya? Ini hal serius, bukan sepele!,” kata dia.
Muhlison menegaskan keberadaan perusahaan sudah berkontribusi menciptakan lapangan kerja.
Ancaman penutupan Sudarsono dinilainya keliru dan kontraproduktif dengan tujuan menarik investasi. “Pernyataan Wali Kota justru kontradiktif dengan upaya pembangunan,” jelasnya.
Muhlison juga mengecam sikap Sudarsono yang dianggap arogan dan apatis terhadap nasib buruh.
Alih-alih mencari solusi (win-win solution) atas keluhan buruh, Wali Kota malah mengancam tutup perusahaan. “Sangat tidak pantas! Main tutup lalu lempar tanggung jawab ke buruh? Itu bukan solusi, itu penghindaran!” pungkasnya.
Kritik itu muncul menanggapi pernyataan Wali Kota Sudarsono sebelumnya yang menyatakan perusahaan di Banjar tidak berkontribusi terhadap Pemkot.
Baca Juga:8 Nyawa Melayang, Izin Tambang Gunung Kuda Cirebon Dicabut!5 Selamat 7 Tewas, Ini Identitas Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon
Ia bahkan menyatakan siap menutup perusahaan yang dianggap tidak memenuhi hak buruh, dengan alasan Pemkot tidak rugi. Pernyataan itu kini memicu gelombang kritik atas dasar kebijakan dan dampaknya terhadap iklim usaha serta nasib pekerja. (CEP)
