Tantangan Pengelolaan Sampah di Desa Sariwangi, Bisa Senasib dengan Sarimukti?

Perilaku buang sampah sembarangan sebabkan penumpukan sampah sebanyak 20 ton di TPS ilegal Tanjakan Endog, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Firman (Mong)
Perilaku buang sampah sembarangan sebabkan penumpukan sampah sebanyak 20 ton di TPS ilegal Tanjakan Endog, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Firman (Mong)
0 Komentar

Wahyu menekankan kebutuhan mendesak akan tempat pembuangan sementara yang memadai.

“Setidaknya diperlukan lahan seluas 200 meter persegi. Cukup untuk menampung sementara sebelum diangkut ke TPA,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan pragmatis dan kolaboratif adalah keniscayaan. Pemerintah desa tidak bisa hanya mengandalkan instruksi dari atas. Warga dan para pemilik kepentingan di wilayah itu terutama pengembang harus dilibatkan secara aktif.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga persepsi publik terhadap keseriusan pemerintah. Kalau Sariwangi tidak berubah, maka publik tahu, wajah Bandung Barat yang ditampilkan ke luar belum sungguh-sungguh berubah,” tandas Wahyu.

Baca Juga:Bupati Bogor Resmikan Vinus Empowerment Space, Wadah Baru bagi Generasi Muda KreatifMenilik Pameran Nasional Cat Air ‘Aku Indonesia’ di Kota Bandung

Setelah mencatat, isu persampahan dan tata kelola drainase menjadi persoalan laten di banyak wilayah pinggiran kota besar.

Sariwangi, sebagai desa perlintasan antara Kota Cimahi dan Kota Bandung, berada di posisi strategis untuk menunjukkan wajah baru Bandung Barat.

“Tapi jika tak ditangani serius, desa ini hanya akan jadi etalase yang retak sekadar tempat lewat, bukan tempat tumbuh,” tutupnya tegas.

Seorang warga desa Sariwangi, Rangga Saputra (33) menyebut meskipun nama desa Sariwangi terbilang indah namun kondisi lingkungannya bisa dilihat kurang indah.

” kalau dulu sebelum banyak pembangunan Perumahan dan lain-lainnya di sini itu jarang terjadi banjir terus Kalau hujan ya Solokan itu masih pada besar jadi air mengalir lancar aja gitu Titik banyak pembangunan ya jadi sempit gitu,” katanya.

Rangga juga berharap, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di desa sriwangi, khususnya saluran air atau drainase dan ruang terbuka hijau (RTH).

“Semoga pemerintah khususnya Pak Bupati bisa ibaratnya nengok ke desa Sariwangi soalnya Desa Sariwangi jarang ada pejabat atau bahkan bupati yang pernah ke sini untuk melihat lingkungan,” harapnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar