Shwe Kokko Kota Judi Raksasa di Myanmar yang Dibangun dari Hasil Menipu Orang Indonesia

Shwe Kokko Kota Judi Raksasa di Myanmar
0 Komentar

Saya sendiri telah mencoba melarikan diri sebanyak empat kali, dan baru berhasil pada percobaan keempat. Karena yang kami hadapi adalah mafia—mereka yang memiliki perusahaan itu adalah kelompok mafia Cina.

Kami bekerja di bawah sistem mafia, jadi kami harus siap mempertaruhkan nyawa. Ketika gagal, yang ada hanya rasa putus asa. Harapannya tentu ingin selamat. Tapi rasa takut akan kematian selalu menghantui, bahkan saat tidur.”

Korban sindikat ini tidak hanya berasal dari Indonesia. Banyak juga yang berasal dari negara-negara lain, terutama Thailand, karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Sungai Moe yang mengarah ke kota Suku Koko (Swekoko), Myanmar. Selain dari Thailand, korban juga berasal dari Malaysia, Laos, Filipina, India, Pakistan, Kamboja, Nigeria, Afrika, dan Tiongkok.

Baca Juga:Desain Mewah, Performa Ganas Poco F7 Hadir di Indonesia, Ini DetailnyaTempat Jual Beli Uang Kuno Terlengkap di Jakarta Selatan, Aman dan Terpercaya!

Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah hilangnya aktor Tiongkok, Wang Xing (juga dikenal sebagai Xing Xing), yang sempat membintangi film Ip Man 3. Ia dilaporkan hilang selama dua hari di perbatasan Thailand dan diduga menjadi calon korban perdagangan manusia.

Wang terbang ke Bangkok pada 3 Januari 2025 untuk proyek film Thailand. Setibanya di Bandara Suvarnabhumi pukul 04.00 pagi, ia dijemput oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota kru film. Wang tidak curiga karena sebelumnya, pada tahun 2018, ia pernah ke Thailand untuk syuting film.

Namun, ternyata Wang dibawa ke kota Mae Sot, Provinsi Tak, yang berjarak sekitar 500 km dari Bangkok, pada 4 Januari 2025. Ia ditemukan oleh otoritas Myanmar pada 6 Januari, dan diserahkan kembali ke otoritas Thailand pada 7 Januari. Keesokan harinya, pada 8 Januari 2025, pemerintah Thailand dan pemerintah Tiongkok secara resmi mengumumkan bahwa Wang Xing telah berhasil diselamatkan.

Menurut pengakuannya, Wang Xing dikurung di sebuah pabrik bersama sekitar 50 warga negara Tiongkok lainnya. Mereka dipaksa mencukur rambut, berlatih mengetik, dan bekerja di pusat penipuan.

Kasus hilangnya Wang menjadi sorotan besar di Tiongkok setelah kekasihnya, Jia Jia, mengunggah permintaan bantuan di media sosial Weibo pada 5 Januari 2025:

“Tolong selamatkan Wang dari bahaya dan hidupkan kembali kisah nyata ini.”

0 Komentar