Namun, siapa sangka bahwa kota ini diduga dibangun dari hasil bisnis penipuan daring (online scam), perdagangan manusia, pemerasan, dan tindak kriminal lainnya. Shwe Kokko kini dikenal sebagai salah satu pusat penipuan daring terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Sejarah Kota Judi Shwe Kokko
Tokoh utama di balik pembangunan kota ini adalah She Zhijiang, pemilik Yatai International Holding Group. Ia merupakan bos besar dalam dunia perjudian daring dan juga seorang pengusaha asal Tiongkok. She lahir pada tahun 1982 di Kota Sedong, Provinsi Hunan, Tiongkok. Ia putus sekolah pada usia 14 tahun dan sejak itu mulai mendalami ilmu pemrograman komputer secara otodidak.
Pada tahun 2012, She bermasalah dengan otoritas Tiongkok dan menjadi buronan. Ia kemudian melarikan diri ke Filipina dan menjalankan bisnis perjudian daring dari sana. Dari bisnis tersebut, ia berhasil meraup keuntungan lebih dari 298 juta dolar AS (sekitar Rp4,8 triliun), terutama dari para korban yang mayoritas berasal dari Tiongkok.
Baca Juga:Desain Mewah, Performa Ganas Poco F7 Hadir di Indonesia, Ini DetailnyaTempat Jual Beli Uang Kuno Terlengkap di Jakarta Selatan, Aman dan Terpercaya!
Tak hanya di Filipina, She juga berinvestasi dalam bisnis judi daring di Kamboja. Namun, setelah beberapa tahun beroperasi, aktivitas ilegal tersebut terbongkar. Pada tahun 2014, Pengadilan Ekonomi di Provinsi Sedong menjatuhkan hukuman kepada She karena terbukti menjalankan bisnis judi daring ilegal.
Saat ini, She Zhijiang tengah mendekam di penjara penahanan di Bangkok, setelah ditangkap oleh Kepolisian Thailand pada 13 Agustus 2022. Ia ditahan karena keterlibatannya dalam jaringan perdagangan manusia, perjudian daring, pemerasan, dan penipuan dunia maya.
Pada Januari 2025, ia dipindahkan ke Penjara Pusat Klong Prem, Thailand, menyusul kemunculannya dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan oleh Al Jazeera. Saat ini, Zhijiang sedang menunggu proses ekstradisi ke Tiongkok untuk menghadapi tuntutan pidana.
Namun, fokus pembahasan kali ini bukanlah pada sosok Zhijiang sebagai pendiri kota, melainkan pada modus operandi praktik penipuan daring, pencucian uang, dan perdagangan manusia yang dijalankan oleh dirinya dan kelompoknya di kota Shwe Kokko.
