Hingga April 2025, APBN Jawa Barat Surplus Rp8,36 Triliun

Hingga April 2025, APBN Jawa Barat Surplus Rp8,36 Triliun
Hingga April 2025, APBN Jawa Barat Surplus Rp8,36 Triliun
0 Komentar

Sementara itu, di sisi pendapatan kinerja belanja di postur APBN regional Jawa Barat sampai dengan April 2025. Dasto menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pagu Belanja Negara pada APBN regional Jabar tahun 2025 sebesar Rp117,87 Sampai dengan 30 April 2025 telah terealisasi Rp37,18 triliun atau 31,55 persen dari pagu.
  2. Belanja K/L sampai dengan 30 April 2025 terealisasi sebesar Rp10,24 triliun atau 25,17 persen dari pagu. Fungsi Pelayanan Umum mendominasi realisasi belanja sebesar Rp27,53 triliun tumbuh 0,96 persen.
  3. Berdasarkan jenis belanja, Belanja Pegawai tumbuh tipis 2,01 persen sementara Belanja Bantuan Sosial tumbuh 12,13 persen, yang mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat. Belanja Modal dan Belanja Barang mengalami kontraksi cukup dalam, masing-masing sebesar 67,29 persen dan 61,91 persen. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran pada belanja operasional dan pembangunan fisik.
  4. Belanja Transfer ke Daerah, khususnya Dana Desa, DAK Non Fisik, dan Dana Insentif Fiskal, mencatat pertumbuhan cukup Kondisi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.TKD telah terealisasi sebesar Rp26,95 triliun atau 34,91 persen dari pagu 2025, tumbuh 14,78 persen (yoy).

Dalam rangka meningkatkan UMKM di Jawa Barat, Dasto Pemerintah menyalurkan bantuan kredit UMi dan KUR. Realisasi penyaluran UMi 1Januari sampai dengan 30 April 2025 sebanyak Rp225,51 Miliar dengan jumlah debitur sebanyak 48.763 debitur. Realisasi penyaluran KUR 1 Januari hingga 30 April 2025 sebanyak Rp9,18 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 172.285 debitur.

Sebagai kesimpulan, APBN terjaga sebagai alat countercyclical, dan akan dikelola secara hati- hati namun tetap ekspansif, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.*

0 Komentar