Waspada Aplikasi JETP Catut Nama Perusahaan Lain untuk Jalankan Penipuan

Waspada Aplikasi JETP
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kami akan membahas mengenai aplikasi JETP Indonesia. Saat ini, ketika masuk ke dalam situs resminya. Cukup dengan masuk dan melakukan pendaftaran, pengguna akan menerima saldo sebesar Rp7.777. Kita klik saja tombol “Dapatkan”. Setelah itu, kita akan diminta untuk login atau mendaftar terlebih dahulu.

Untuk mendaftar, pengguna harus memiliki kode undangan. Tanpa kode tersebut, proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan. Di sini saya akan mencoba mendaftar dengan menggunakan nomor acak. Setelah memasukkan ulang kata sandi, aplikasi langsung meminta untuk mengaitkan akun rekening.

Dapat kita lihat bahwa meskipun menggunakan nomor acak, proses pendaftaran tetap bisa dilakukan. Setelah berhasil mendaftar, saldo sebesar Rp7.777 langsung masuk. Namun, jumlah yang sebenarnya dapat ditransfer adalah Rp6.900 karena terdapat biaya penanganan sebesar 10%, yang terbilang cukup besar.

Baca Juga:Review Spesifikasi Realme GT7, Penantang Serius di Pasar Smartphone Tanah AirDaftar 10 Negara dengan Mata Uang Terlemah di Dunia 2025, Ada Indonesia!

Selain itu, minimum penarikan di aplikasi ini adalah Rp30.000. Artinya, saldo sebesar Rp7.000 tersebut hanya digunakan sebagai daya tarik agar pengguna melakukan deposit ke dalam aplikasi.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai potensi penipuannya, aplikasi ini mencantumkan nama perusahaan resmi, yaitu JETP Indonesia. Jika kita mencari informasi tentang JETP Indonesia di Google, memang ada entitas yang menggunakan nama tersebut.

JETP sendiri merupakan singkatan dari Just Energy Transition Partnership, yaitu sebuah perjanjian senilai 20 miliar dolar untuk mendukung proses dekarbonisasi ekonomi berbasis batu bara di Indonesia. Program ini diluncurkan pada 15 November 2022 saat KTT G20, yang berarti sudah berjalan hampir tiga tahun.

Perlu diketahui bahwa situs resmi JETP Indonesia tidak menyediakan layanan investasi seperti yang diklaim oleh aplikasi ini. Namun, dalam aplikasi tersebut terlihat adanya produk yang bisa diinvestasikan, dengan modal awal mulai dari Rp50.000 dan iming-iming keuntungan hingga 500%. Jumlah tersebut tentu sangat tidak masuk akal.

Sebagai contoh, dengan modal Rp50.000, pengguna dijanjikan akan memperoleh total keuntungan sebesar Rp250.000 dalam 50 hari. Semakin besar nilai deposit yang dilakukan, maka semakin besar pula keuntungan yang dijanjikan. Bahkan, dengan modal Rp20 juta, pengguna diklaim akan memperoleh Rp200 juta hanya dalam waktu 50 hari. Ini jelas merupakan penipuan investasi bodong karena keuntungannya tidak rasional dan tidak sesuai prinsip investasi sehat.

0 Komentar