JABAR EKSPRES – Curah hujan tinggi yang melanda Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, akhir-akhirn ini memicu banjir besar di Dusun Sukapulang Wetan, Desa Kertaraharja.
Air setinggi pinggang orang dewasa menggenangi puluhan rumah, lahan pertanian, dan kolam ikan warga, mengakibatkan kerusakan material signifikan.
Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya segera menggelar koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, perangkat desa, dan masyarakat.
Langkah ini diharap menjadi solusi jangka panjang untuk masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut saat musim hujan.
Baca Juga:Rumah Warga Rancabungur Bogor Ambruk, Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Turun sejak 2023Modus Jual Air Mineral, Preman Berkedok Ormas di Ciamis Diringkus Polisi
Dalam rapat darurat di Aula Bale Desa Kertaraharja, beberapa waktu lalu, Herdiat menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Banjir bukan lagi bencana biasa. Diperlukan aksi nyata dari pemerintah, lembaga teknis, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya.
Herdiat mengapresiasi kesigapan warga Panumbangan dan Cihaurbeuti dalam mitigasi bencana.
“Gotong royong masyarakat adalah kunci utama. Dengan sinergi ini, kami optimis banjir tidak terulang di masa depan,” ujarnya.
Sementara dalam pertemuan itu, salah satu solusi prioritas yang disepakati adalah program normalisasi Sungai Citanduy melalui pengerukan sedimentasi.
Menurut BBWS Citanduy, pendangkalan sungai akibat tumpukan material selama bertahun-tahun menjadi pemicu utama luapan air.
“Kapasitas sungai menurun drastis, sehingga air mudah meluap saat hujan deras,” jelas Kepala BBWS Citanduy, Elroy Koyari.
Selain sedimentasi, kerusakan daerah resapan di hulu akibat pembangunan di bantaran sungai dan tumbangnya rumpun bambu ke aliran sungai turut memperparah banjir.
Baca Juga:Rp600 Juta untuk Rehab Pasar Parakanmuncang, Pemda Sumedang Dianggap Boros dan Tak VisionerEksodus Pemain Tak Surutkan Euforia Juara, Bobotoh Tetap Meriahkan Pawai Back to Back Persib
Untuk itu, BBWS Citanduy akan segera merealisasikan pengerukan dan meminta dukungan masyarakat dalam proses rehabilitasi.
“Program normalisasi Sungai Citanduy diharapkan rampung sebelum puncak musim hujan 2025/2026. Pemerintah Kabupaten juga harus ikut memperkuat sosialisasi terkait pelestarian daerah aliran sungai (DAS) untuk mencegah kerusakan lingkungan berulang”, ujar Elroy. (CEP)
