Berbeda dari judi konvensional, judi online menawarkan akses instan, kemudahan transaksi, dan kesan seolah-olah peluang menang selalu ada. Ketika seseorang kalah, mereka cenderung termotivasi untuk mengembalikan modal.
Misalnya, setelah kehilangan uang, muncul pikiran seperti, “Kalau saya setor Rp100 ribu lagi, mungkin bisa balik modal.” Dan ketika uang Rp100 ribu itu justru hanya menghasilkan Rp50 ribu, psikologi seseorang bisa terpengaruh: “Wah, lagi gacor nih. Coba tambah lagi ah.”
Inilah jebakan psikologis dari judi online. Kesenangan semu yang dirasakan, ditambah dengan harapan palsu untuk balik modal, menciptakan siklus candu yang sangat merusak. Tanpa disadari, orang yang sudah kalah berjuta-juta pun tetap melanjutkan permainan, bukan hanya karena ingin menang, tetapi karena sudah kecanduan prosesnya.
Baca Juga:Harga dan Spesifikasi Oppo Reno 14 dan Reno 14 Pro, Andalan Terbaru Oppo 2025Aplikasi Chevron Ganti Nama untuk Jalankan Penipuan Investasi Bodong
Prof. Rutledge, seorang ilmuwan ahli saraf dari University College London, menyatakan bahwa ketika seseorang kalah dalam berjudi, harapan mereka akan menurun. Menariknya, penurunan harapan ini justru meningkatkan rasa gembira ketika mereka akhirnya menang. Pernyataan ini sangat relevan dengan pengalaman teman kami yang merasa sangat senang saat berhasil menang Rp1,3 juta dari judi—padahal jika dihitung secara keseluruhan, kerugiannya sudah mencapai lebih dari Rp5 juta.
Temuan ini diperkuat oleh penelitian pada tahun 2009 oleh para peneliti dari Stanford University, California. Mereka menemukan bahwa sekitar 92% penjudi telah kehilangan batasan dasar dalam berjudi.
Maksud dari “kehilangan batasan” adalah hilangnya patokan atau kontrol diri seseorang untuk berhenti berjudi. Misalnya, seseorang mungkin menetapkan ingin berhenti setelah menang Rp1 juta, tetapi dalam praktiknya, batasan ini tidak lagi dipatuhi. Akibatnya, banyak dari mereka akhirnya menggadaikan barang, berutang ke mana-mana, dijauhi orang-orang terdekat, bahkan kehilangan pekerjaan.
Bagi Anda yang pernah terlibat dalam dunia perjudian, mungkin merasa relate dengan apa yang dijelaskan di atas. Silakan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.
Yang kami jelaskan di atas adalah dampak dari perjudian konvensional, yang di mana persentase menang dan kalah belum tentu diatur. Lalu bagaimana dengan judi online, di mana persentase kemenangan sepenuhnya dikendalikan oleh sistem yang dibuat oleh bandar?
