JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan pemantauan terhadap dinamika iklim dan mencatat bahwa, di wilayah Provinsi Jawa Barat telah terjadi ribuan aktivitas petir di awal 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, pihaknya berhasil mencatat 58.290 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode 2 hingga 8 Januari 2026.
“Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut, menunjukkan pada tanggal 7 Januari 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir CG (-) sebanyak 12.697 kejadian,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (9/1).
Baca Juga:Buktikan Kapabilitasnya, Len Industri Sukses Dukung Operasional Radar Cuaca BMKG Selama NataruBMKG Ungkap Penyebab Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Jabar
Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, untuk Aktivitas petir CG(+) tertinggi, pihaknya mencatat pada 7 Januari 2026 sebanyak 12.516 kejadian.
“Sepanjang periode 2 sampai 8 Januari 2026, kejadian petir tertinggi terjadi pada 7 Januari 2026 sebanyak 25.213 kejadian,” terangnya.
Adapun untuk jumlah kejadian sambaran petir terendah, BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat jika aktivitas terjadi pada 3 Januari 2026 sebanyak 432 kejadian.
“Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan,” bebernya.
Sementara itu, Ayu memaparkan, sampai saat ini wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya masih memasuki musim penghujan. Dengan puncak musim hujan bervariasi hingga Maret 2026 mendatang.
Himbauan kepada masyarakat, saat ini cuaca didominasi oleh potensi hujan sehingga warga diingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Jika terjadi cuaca buruk diharapkan berlindung ditempat yang aman, menjauhi tempat tempat yang rawan banjir/ longsor dan selalu memperhatikan informasi cuaca secara berkala agar kegiatan berlangsung aman dan nyaman,” paparnya.
Baca Juga:BMKG Ingatkan Waspada Banjir Hingga 20 Desember 2025, Ini Potensi Wilayahnya Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kabupaten Bandung, BMKG Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi
Ayu menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi badai hidrometeorologis (dampak cuaca ekstrem).
“Seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak seperti genangan, banjir, pergerakan tanah/ tongsor, pohon tumbang,” imbuhnya.
Disampaikan Ayu, khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung, diimbau agar waspada longsor khususnya jika terjadi hujan beberapa hari berturut-turut.
“Untuk daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, dapat memulai membersihkan sungai dari sampah dan sedimentasi sehingga aliran air sungai menjadi lancar,” pungkasnya. (Bas)
