Miris! Panti Asuhan Pemprov Jabar Terabaikan, Tapi Anak di Barak Militer Justru Diistimewakan?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memeluk anak-anak yang mendapatkan pendidikan militer namun tidak hadir orang tuanya usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di halalan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memeluk anak-anak yang mendapatkan pendidikan militer namun tidak hadir orang tuanya usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di halalan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Karenanya Dia meminta KDM dapat sesekali berkunjung ke tempat panti asuhan. Coba merasakan suasana kebatinan mereka.

“Sedih Kang. Andai akang berkenan, cobalah bawa mereka sesekali naik bus keliling kota, ajak mereka melihat museum, berikan mereka rasa bahwa negara masih punya hati,” katanya.

“Semoga penuturan ini sampai ke ruang batin Kang Haji. Semoga suara anak-anak itu tak hanya jadi statistik di laporan tahunan pemerintah, melainkan mengetuk pintu nurani yang pernah percaya, bahwa yang kecil dan lemah harus didahulukan,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar