Warga Kampung Areng Lembang Hidup Dalam Bayang-bayang Bencana

Petugas gabungan terdiri dari BPBD KBB, TNI/Polri, dan masyarakat saat membersihkan material longsor di Lembang, Bandung Barat. Dok BPBD KBB
0 Komentar

“Saya cuma mikir, asal adik saya selamat, saya enggak apa-apa,” ucap Iin lirih sambil menahan nyeri.

Bencana yang menimpa keluarga Ratnasingsih hanya satu dari banyak kisah pilu di Kampung Areng pagi itu. Namun keberanian, kepedulian warga, dan ikatan keluarga yang kuat menjelma cahaya di tengah gelapnya tanah yang bergeser. Di balik luka dan trauma, mereka bersyukur masih bisa saling menggenggam tangan—masih bersama.

“Untung ada warga buru-buru evakuasi saya. Saya selamat langsung dibawa ke klinik. Sekarang tinggal pemulihan luka lebam di kaki dan tangan,” jelas Iin.

Baca Juga:Pohon Tumbang di Dago Sebabkan 3 Orang Luka Ringan dan Tutup Akses Jalan, Warga Minta Pemkot Lakukan Pemangkasan Secara BerkalaJadi Ketua DPD PAN KBB, Jeje: Sudahi Konflik dan Jangan Berkubu! 

Selain Ratnasingsih. Warga lainnya, Yadi (38), merasa kehidupan warga Kampung Areng terus dalam bahaya. Sebab, untuk kedua kalinya, tempat tinggalnya terdampak longsor.

Setelah bertahun-tahun memberanikan diri hidup dalam bahaya, kali ini ketakutan itu kembali mendekat.

Yadi bercerita, longsor sempat menerjang Kampung Areng pada 29 Januari 2020, ia ingat betul rumahnya luluh lantah tersapu material longsor. Padahal rumahnya dibangun dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai pemerah susu sapi.

“Adanya kejadian ini, jujur saya masih trauma karena ini kejadian yang kedua kali longsor di sini,” ungkap Yadi.

Warga Kampung Areng Lembang Hidup Dalam Bayang-bayang Bencana

Kendati demikian, dia menuturkan, pada longsor saat ini, rumahnya hanya terdampak meskipun tetap harus ikut dievakuasi beserta 15 rumah lainnya.

“Totalnya kan 21 rumah terdampak, di bawah dari 11 rumah ada tiga rumah rusak, yang di atasnya 10 rumah dan satu rumah rusak berat dan dua rusak sedang,” paparnya.

Diakui Yadi, kejadian longsor besar kali ini sangat membuat pilu hatinya. Sebab, selain membangkitkan trauma masa lalu, dirinya pun merasa bingung jika harus direlokasi.

Baca Juga:Bupati Bogor Dukung Penuh Kerja Sama Pemprov dan Polda Jabar, Tegaskan Komitmen Lawan PremanismeBupati Bogor Terima Audiensi Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar, Tegaskan Komitmen Program Keumatan

“Kalau direlokasi bingung mau kemana. Saya kerja sebagai peternak sapi perah dan tinggal di sini. Sekarang aja saya dan keluarga mengungsi ke rumah saudara,” pungkasnya.

Ratusan Warga Mengungsi

Longsor yang menerjang Kampung Areng, RT 01/11, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengakibatkan 104 jiwa warga mengungsi. Para korban terdampak menunggu kepastian relokasi agar menjamin keamanan dari bencana longsor susulan.

Diketahui, bencana longsor dari tebing setinggi 20 meter di Kampung Areng mengakibatkan 4 rumah rusak tertimbun dan 18 rumah lainnya terancam longsor susulan. Akibatnya sebanyak 31 KK dengan jumlah 104 jiwa mengungsi.

0 Komentar