Fraksi PDI Perjuangan Jabar Siap Dampingi Perempuan Korban Kekerasan, Ineu Purwadewi: Jangan Takut Melapor

kekerasan perempuan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengecam keras penyekapan dan penganiayaan berat yang dialami Yuvita Tri Rezeki (YTR) di Kabupaten Bandung.
0 Komentar

BANDUNG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, mengecam keras kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang dialami Yuvita Tri Rezeki (YTR), 29 tahun, oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, di Kabupaten Bandung. Menurut Ineu, peristiwa tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak hanya menyebabkan penderitaan fisik, tetapi juga merampas martabat, kebebasan, dan hak asasi korban.

Ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya perempuan muda, agar lebih waspada dalam menjalin hubungan. “Peristiwa yang menimpa YTR harus menjadi pelajaran bagi semua, khususnya perempuan muda, agar lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan. Jangan pernah mengabaikan perilaku pasangan yang mulai menunjukkan sikap mengontrol, mengancam, atau melakukan kekerasan, karena itu merupakan tanda bahaya yang tidak boleh dianggap sepele,” ujar Ineu.

Ia menuturkan, di era digital saat ini semakin banyak anak muda yang berkenalan melalui media sosial maupun aplikasi daring. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kewaspadaan karena tidak semua orang yang dikenal di dunia maya memiliki niat baik.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Limit Klaim JHT hingga Rp15 Juta via JMODudung Abdurachman Kunjungi Yuvita Korban Penyekapan di RS Hasan Sadikin

“Jangan mudah percaya hanya karena komunikasi di media sosial terasa menyenangkan. Kenali karakter pasangan dengan baik dan jangan terburu-buru memberikan kepercayaan penuh. Keselamatan diri harus selalu menjadi prioritas,” katanya.

Ineu menegaskan bahwa hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghormati, saling percaya, serta memberikan rasa aman, bukan diwarnai sikap posesif, intimidasi, ancaman, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Ia juga mengajak perempuan untuk berani mengatakan “tidak” ketika mulai melihat atau merasakan adanya red flags dalam sebuah hubungan.

Menurutnya, tidak ada alasan mempertahankan hubungan yang justru mengancam keselamatan dan masa depan. “Jangan dibutakan oleh rasa cinta hingga mengabaikan tanda-tanda bahaya. Ketika sudah muncul ancaman, kekerasan, atau perilaku yang membuat kita kehilangan rasa aman, beranilah keluar dari hubungan tersebut,” tegasnya.

Ineu juga mengecam keras tindakan pelaku, Taufik Hidayat, yang kini telah diamankan aparat kepolisian. Ia meminta agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya sebagai bentuk keadilan bagi korban sekaligus memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang.

0 Komentar