Trump Harapkan Peran Qatar dalam Mediasi Perjanjian Nuklir AS-Iran

trump qatar
Potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan harapannya agar Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dapat berperan sebagai mediator dalam upaya mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Iran. Harapan ini disampaikan Trump saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Doha pada hari Rabu.

Dalam percakapan tersebut, Trump meminta bantuan al-Thani untuk turut serta menyelesaikan situasi yang menurutnya berbahaya. Ia menyampaikan bahwa ia ingin mengambil langkah yang benar dalam menghadapi isu tersebut.

“Saya berharap, Anda dapat membantu saya mengatasi situasi di Iran, karena ini adalah situasi yang berbahaya, dan kami ingin melakukan hal yang benar,” ujarnya, seraya memberikan pujian kepada pemimpin Qatar atas perannya dalam membantu Trump mencari mediator untuk perjanjian tersebut.

Baca Juga:Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada 14 Mei 2025, Ini PenyebabnyaPunya Warna Biru Berurat Emas, Kenali Keunikan Batu Pirus

Menurut Trump, Iran memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap Qatar, termasuk kepada perdana menterinya dan para pemimpinnya. Oleh karena itu, ia percaya bahwa keterlibatan Qatar dapat mempercepat tercapainya kesepakatan baru antara AS dan Iran.

“Saya hanya berharap Iran menyadari betapa memiliki teman baik di sini. Dan dalam arti tertentu, saya rasa saya adalah teman yang baik, karena banyak orang lebih suka saya mengambil jalan yang jauh lebih keras. Namun saya tahu bahwa jika kita dapat menghindari jalan itu, itu akan menjadi hal yang hebat. Saya ingin melakukan itu,” katanya.

Sejak bulan lalu, AS dan Iran telah memulai negosiasi, dengan Oman bertindak sebagai mediator di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Putaran keempat dari proses perundingan ini telah selesai pada hari Minggu di Muscat.

Trump menegaskan pentingnya waktu dalam negosiasi ini, karena menurutnya kesepakatan tersebut bisa “menyelamatkan jutaan nyawa.”

0 Komentar