JABAR EKSPRES — Aktivitas premanisme di sejumlah wilayah Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Selain meresahkan, aksi-aksi tersebut juga dinilai mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Polrestabes Bandung mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk tindakan premanisme yang ditemui.
“Jika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya aksi premanisme, masyarakat silakan segera lapor ke jajaran Polrestabes Bandung. Tidak perlu segan,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, Kamis (15/5).
Baca Juga:Dedie Rachim Pastikan Pembangunan Kota Bogor 5 Tahun Kedepan Lebih Partisipatif dan AdaptifPenemuan Mortir Aktif di Ciwidey Gegerkan Warga, Polisi Gerak Cepat Lakukan Ini
Budi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memberantas premanisme dan tidak akan memberi ruang bagi pelaku-pelaku yang meresahkan warga.
“Kita akan terus melakukan operasi (penangkapan), sehingga kami harapkan bisa terus mendapatkan laporan dari masyarakat jika memang masih ada tempat-tempat yang diduga masih banyak kegiatan premanisme nya, nanti kita akan langsung turunkan tim,” Imbuhnya
Sebelumnya, dalam upaya pencegahan aksi premanisme, Polrestabes Bandung kata Budi telah berhasil menangkap dan mengamankan sebanyak 75 orang preman di seluruh wilayah Kota Bandung.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Polrestabes Bandung telah mengamankan 75 orang preman dari berbagai wilayah di Kota Bandung. Mereka ditangkap karena melakukan pemalakan, pemaksaan terhadap pedagang pasar, parkir liar, hingga menjual barang dagangan secara paksa.
“Ke-75 preman ini diamankan karena aktivitas mereka jelas meresahkan. Ada yang memaksa pedagang bayar uang keamanan, menjual air mineral di pasar secara paksa, jadi juru parkir liar, hingga melakukan pemalakan,” pungkas Budi.
