Hasil Mengemis Lebih Menjanjikan, Gepeng Ogah Direhabilitasi

Ilustrasi pengemis di jalan. (ist)
Ilustrasi pengemis di jalan. (ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Isu gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali mencuat di Kota Cimahi setelah terungkap bahwa penghasilan mereka bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi mengakui bahwa penanganan terhadap gepeng masih menjadi tantangan, terutama karena mayoritas dari mereka bukanlah warga Cimahi.

Analis Rehabilitasi Sosial Dinsos Cimahi, Acep Oemar, menjelaskan pihaknya secara rutin melakukan pembinaan terhadap gepeng.

Baca Juga:Catatkan Skor 90,79, BRI Raih Penghargaan BSEM 2025 Kategori Digital Channel TerbaikRatusan Korban Keracunan MBG di Bogor Ternyata Berasal dari Bakteri Telur Ceplok dan Tumis Tauge

Ia melanjutkan, bentuk pembinaan tersebut meliputi bimbingan fisik dan sosial, serta layanan yang menunjang kebutuhan dasar.

“Namun mereka selalu kembali beraksi karena kebanyakan mereka bukan warga Cimahi,” tegas Acep.

Dinsos mencatat, hampir 99 persen gepeng yang ditertibkan bukan penduduk Cimahi. Hal ini terjadi karena posisi Cimahi sebagai kota perlintasan, sehingga menjadi tempat strategis bagi para gepeng untuk mengais rejeki.

Meski demikian, penjangkauan dan pembinaan tetap dilakukan minimal dua kali dalam setahun.

Di sisi lain, Satpol PP juga melakukan penertiban rutin setiap triwulan, dengan melibatkan Dinsos untuk melakukan kajian, pendataan, dan asesmen terhadap gepeng yang diamankan.

“Kami pun akan memfasilitasi bila mereka belum memiliki surat-surat untuk kelengkapan administrasi,” ungkapnya.

Untuk mencegah masuknya gepeng ke wilayah Cimahi, Dinsos juga mengaktifkan Tim Reaksi Cepat yang bertugas melakukan penyisiran dan menelusuri asal-usul mereka di lokasi-lokasi yang menjadi tempat mangkal.

0 Komentar