JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa mendukung pendidikan militer ala Dedi Mulyadi dijadikan objek kajian para pengkritik, tujuannya untuk menemukan formula yang tepat dalam menuntaskan masalah kenakalan remaja itu.
Buky mengakui bahwa kebijakan yang diambil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi itu menuai beragam kritik. “Memang ada yang minta kajian mendalam, kata barak militer juga cukup mengganggu. Seolah-olah anak akan dimiliterisasi,” jelasnya.
Karena itu, Buky sependapat dengan Gubernur Dedi Mulyadi, yakni mengajak para pengkritik hingga para ahli datang langsung ke lokasi pendidikan.
Baca Juga:Ekonomi Indonesia Sulit Capai Target 5 Persen, Pengamat: Tak Ada Terobosan Program dari PemerintahFenomena ‘Brain Rot’ Mewabah, Psikolog Ungkap Anak dan Remaja Kian Sulit Hadapi Dunia Nyata
“Silahkan datang saja, jadi objek kajian. Dari pada ribut lama berdiskusi, yang mau neliti silahkan diteliti,” sambungnya.
Apalagi, remaja adalah dalam fase pencarian jati diri. “Pendidikan seperti itu (pendidikan militer.red) akan mempercepat remaja berkomitmen,” sambungnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menantang para pengkritik program pendidikan militer untuk anak nakal dengan adu metode dan hasil dari pendidikan untuk menekan masalah kenakalan remaja.
KDM menjelaskan, dari pada ribut sebaiknya masalah kenakalan remaja itu ditangani bersama, masing-masing bergerak dengan metodenya.
“Misalnya Pemprov Jabar tanganin 1000 orang, Komnas HAM tangani berapa lalu KPAI berapa, dengan metode masing-masing. Nanti diuji mana yang paling sukses atau saya undang kunjungi saja ke barak pelatihan,” cetusnya.(son)
