Curug Halimun, Objek Wisata Alam Melegenda yang Kini Sepi Pengunjung

Objek wisata Curug Halimun di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Objek wisata Curug Halimun di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Curug Halimun menjadi salah satu destinasi wisata air unggulan di Selatan Bandung Barat, sayangnya kini kawasan wisata tersebut mulai sepi pengunjung.

Kawasan wisata ini dikenal sudah melegenda sejak dulu, Curug Halimun yang berada di antara dua desa yakni, Saguling dan Barangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini diketahui pernah menjadi air terjun terbesar di Pulau Jawa.

Sayangnya, sekarang curug ini hanya menyisakan sisa-sisa kemegahan saja, diketahui pula aliran air terjun ini berasal dari Sungai Citarum.

Baca Juga:Dua Malam Bersama Jenazah, Polres Ciamis Ungkap Rantai Kejahatan Pembunuhan Wanita Dibungkus Sprei di Kamar KosBPK Bongkar ‘Lubang’ Hukum PDAM Tirta Anom, Penyertaan Modal Miliaran Tak Sesuai Aturan!

Namun mungkin, sejak pembangunan PLTA, pembendungan Danau Saguling, atau masalah keringnya Sungai Citarum, membuat curug ini hanya menyisakan aliran air kecil dari bekas curug besar di masa lampau. Kini, curug tersebut hanya memiliki ketinggian 12 meter.

Curug ini sempat digemari para wisatawan, namun ketenaran itu pupus setelah bumi ini terjangkit wabah COVID-19.

Tak sedikit masyarakat Warung Kondang, Desa Saguling pada saat itu memanfaatkan keramaian Curug Halimun sebagai mata pencaharian mereka.

“Dulu ramai, sekitar tahun 2018 sampai 2021 ramainya, saat ada Covid-19 jadi sepi,” ujar Rio (15) pemandu wisata atau tour guide di objek wisata Curug Halimun.

Diusianya yang baru menginjak 15 tahun, Rio seorang remaja asal kampung Cikondang, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, dia sudah mendedikasikan dirinya sebagai pemandu di objek wisata alam Curug Halimun.

0 Komentar