Di sekitar area rumah Rio dulunya disiapkan sebagai tempat parkir dengan berjejer warung-warung berbentuk saung sebagai tempat persinggahan para pengunjung sebelum turun ke Curug Halimun.
Sepanjang akses jalan setapak menuju Curug Halimun juga terdapat beberapa pos penjagaan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Saguling sebagai Pengelola Objek wisata alam Curug Halimun juga menyediakan sejumlah fasilitas seperti pelampung untuk wisatawan yang ingin mencoba sensasi terjun di hulu curug.
Mengingat untuk sampai ke Curug Halimun, wisatawan harus melintasi jalanan setapak menurun dan memasuki hutan lebat, dilanjutkan dengan jalur menanjak dengan estimasi waktu 30-40 menit.
Baca Juga:Dua Malam Bersama Jenazah, Polres Ciamis Ungkap Rantai Kejahatan Pembunuhan Wanita Dibungkus Sprei di Kamar KosBPK Bongkar ‘Lubang’ Hukum PDAM Tirta Anom, Penyertaan Modal Miliaran Tak Sesuai Aturan!
Namun kini fasilitas-fasilitas tersebut tak ada yang tersisa. Tak ada satupun saung yang masih berdiri di lokasi tersebut, gantinya pohon ilalang menjulang memenuhi lahan. Semua pos penjagaan sudah dibongkar jalur menuju Curug Halimun pun tertutup semak belukar, menandakan tak ada lagi wisatawan yang mengunjungi lokasi tersebut.
Saat itu, Rio menjadi tour guide dengan hanya berbekal parang besar tanpa perlengkapan atau hanya sekedar makanan dan air minum. Sepanjang perjalanan dia berada di paling depan dan bertugas membuka jalur yang sudah dipenuhi dengan tumbuhan liar.
Kaki jenjangnya lihai merambah medan terjal yang dipenuhi semak ilalang dengan hanya beralaskan sendal jepit. Seperti di luar kepala, Rio tahu betul jalur menuju Curug Halimun meskipun jalurnya sudah tertutup total.
Rio mengakui semenjak mati suri, dirinya sudah jarang mengunjungi Curug Halimun, lantaran tak ada wisatawan yang berkunjung lagi kesana. Bahkan menurutnya ia menjadi satu-satunya pemandu yang tersisa.
“Memang beberapa kali ada yang berniat ke Curug Halimun saya temani. Tapi setelah diperjalanan mereka memilih pulang. Gak tahu takut karena jalannya sudah tertutup atau cape karena medannya terjal,” ujar dia.
