JABAR EKSPRES – Pemasangan Early Warning System (EWS) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi kembali ditunda. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, saat ditemui di kantor BPBD Kota Cimahi, Rabu (7/5/2025).
Padahal, kata dia, usulan pengadaan EWS yang merupakan alat pendeteksi bencana tersebut telah diajukan sejak tahun lalu melalui skema bantuan keuangan dari Gubernur Jawa Barat, dan sempat disetujui oleh pihak provinsi.
“Provinsi mempunyai kebijakan lain terhadap petunjuk efisiensi dari pusat. Bantuan keuangan untuk Cimahi yang awalnya direncanakan untuk lima titik, ditangguhkan sementara,” ujarnya.
Baca Juga:Ini Dugaan Penyebab Utama Laka Maut di Jalan Anggrek Bandung!55 Tempat Usaha Baru Disegel Setelah Merusak Hutan, Kementerian Kehutanan Lalai?
Sistem yang akan dipasang nantinya menggunakan kamera CCTV dengan sensor yang mampu mendeteksi tinggi muka air di titik-titik rawan banjir. Sensor tersebut dapat memberikan sinyal peringatan dini jika tinggi air mencapai ambang batas tertentu.
“Early warning system itu salah satu pemantauannya dengan memasang kamera CCTV yang secara sensorik bisa memantau tinggi muka air,” katanya.
“Mereka individu-individu yang mengamati cuaca dan melaporkannya secara berjenjang hingga ke posdalop kami di mako,” lanjut Fitriandy.
Lebih lanjut, Fitriandy mengatakan pihaknya menargetkan untuk menerjemahkan program EWS ke dalam rencana anggaran dan pelaksanaan teknis secara nyata pada tahun depan, mengingat keterbatasan tahun ini.
