Pertahankan Status Bebas Rabies di Cimahi, Pemerintah Gencarkan Sterilisasi Hewan Penular Rabies

Petugas Puskeswan Cimahi saat Memberikan Vaksinasi pada Kucing (Mong)
Petugas Puskeswan Cimahi saat Memberikan Vaksinasi pada Kucing (Mong)
0 Komentar

 JABAR EKSPRES – Kota Cimahi hingga saat ini masih tercatat bebas rabies, namun ancaman tetap mengintai. Posisi geografis Cimahi yang berbatasan langsung dengan wilayah lain seperti Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat risiko penyebaran rabies dari hewan liar tetap tinggi.

Pemerintah pun terus menggiatkan vaksinasi dan pengendalian populasi hewan liar demi mempertahankan status bebas rabies tersebut.

Kepala UPTD Puskeswan Kota Cimahi, Irfan Fazar Ramadhan, menekankan pentingnya tindakan pencegahan berupa vaksinasi rabies dan kontrol populasi hewan.

Baca Juga:Jelang Idul Adha 2025, Distan Kabupaten Bandung Gencarkan Sertifikasi Jagal dan Pencegahan PMKTak Sabar Ingin Segera Rotasi dan Mutasi Pejabat Eselon II, Rudy Susmanto: Tinggal Tunggu Surat Kemendagri

Menurutnya, meskipun belum ditemukan kasus positif rabies baik pada manusia maupun hewan, laporan gigitan tetap muncul dan tidak bisa diabaikan.

“Kita pelayanan aja, on the spot. Namun, untuk kasus seperti rabies, sampai saat ini alhamdulillah tidak ada, paling hanya gigitan,” jelasnya.

Irfan menambahkan bahwa koordinasi dan pembagian tugas dilakukan bersama bidang dinas terkait.

Puskeswan lebih banyak bertugas dalam pelaksanaan teknis, seperti vaksinasi, pengobatan dan kontrol populasi berupa tindakan steril/kebiri, dimana vaksin, obat-obatan dan peralatannya diperoleh dari dinas maupun pengadaan internal

“Kenapa terancam? Karena tetangga kita, seperti KBB, ada kasus rabies. Makanya kita harus melakukan perlindungan, salah satunya vaksinasi dan kontrol populasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Tita Maryam, menegaskan pihaknya rutin melakukan vaksinasi rabies di seluruh kelurahan. Program ini dijalankan terutama saat ada agenda bersama Pemerintah Kota.

0 Komentar