Jelang Idul Adha 2025, Distan Kabupaten Bandung Gencarkan Sertifikasi Jagal dan Pencegahan PMK

Ilustrasi Sapi Qurban. (foto/ANTARA)
Ilustrasi Sapi Qurban. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Menjelang Idul Adha yang akan datang, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung terus memperkuat berbagai langkah strategis demi memastikan penyembelihan hewan kurban berjalan dengan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pelatihan dan sertifikasi bagi para jagal atau petugas penyembelih hewan kurban.

Kepala Distan Kabupaten Bandung, Ningning Hendarsih, menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi jagal yang belum bersertifikat.

Baca Juga:Tak Sabar Ingin Segera Rotasi dan Mutasi Pejabat Eselon II, Rudy Susmanto: Tinggal Tunggu Surat KemendagriBupati Bogor Evaluasi Izin Perumahan yang Diduga Sebabkan Banjir di SDN Cipayung 01

Ningning menuturkan, jika antusiasme masyarakat terhadap pelatihan ini cukup tinggi. Pada tahun 2021, tercatat sebanyak 530 orang mengikuti bimtek, kemudian 300 orang pada tahun 2024.

Sementara pada tahun 2025, bimtek dilaksanakan dua gelombang, yakni pada 24 Februari dengan 130 peserta dan 27 April dengan 100 peserta.

“Di samping pelatihan jagal, Distan juga memastikan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban,” ungkapnya.

Ningning menambahkan, petugas medis yang disiagakan terdiri dari 12 medik veteriner, 23 paramedik veteriner, serta 4 staf bidang.

Meski jumlah tersebut belum sebanding dengan luas wilayah, Distan memastikan akan mengoptimalkan peran semua petugas yang diperkuat dengan keberadaan 10 unit pelaksana teknis (UPT) pusat kesehatan hewan (Puskeswan) di 32 kecamatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Bandung, Edi Kusno, mengungkapkan jika penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi tantangan.

0 Komentar