“Kami dari Komisi X DPR RI sangat mengapresiasi berbagai kegiatan positif bagi anak muda yang diselenggarakan DBL Indonesia. Termasuk Kopi Good Day DBL Camp ini. Kami yakin, dengan liga basket pelajar yang masif dan konsisten selama 20 tahun, serta pelatihan basket yang begitu selektif seperti DBL Camp ini, basket Indonesia makin maju ke depan. Permintaan saya, DBL Indonesia juga perhatikan cabang olahraga lainnya,” ujar Ade Rossi Chaerunnisa, anggota Komisi X DPR RI.
DBL Camp sendiri konsisten diselenggarakan DBL Indonesia sejak 2008. Pelatihan basket pelajar terbesar ini telah menjadi panggung, sekaligus menghubungkan mimpi anak-anak muda Indonesia dalam menapak karier ke depan mereka, baik di basket, maupun non basket.
Dari panggung Kopi Good Day DBL Camp inilah setiap tahunnya selalu muncul talenta berbakat dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Program ini pun akhirnya menjadi semacam talent scouting untuk timnas, klub profesional, maupun tim basket perguruan tinggi. Dengan begitu, keberadaan DBL Camp membuka pintu bagi para student-athlete untuk melanjutkan karier basket profesionalnya.
Baca Juga:Pemkot dan Kejari Kota Bogor Selaras Tuntaskan Masalah Hukum Perdata hingga TUNDalam Sepekan, 3 Warga di Kecamatan Rancabungur Bogor Jadi Korban Begal
Di Kopi Good Day DBL Camp 2025 ini sebanyak 7 dari 131 campers putri bahkan sudah terpantau dan mendapat panggilan mengikuti Pelatnas Timnas U-16. Mereka disiapkan untuk tampil pada FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 di Hanoi, Vietnam, 11-18 Mei mendatang.
Ketujuh campers putri itu adalah Azzahra Aisyah Yusuf (SMA Kharisma Bangsa Tangerang), Inez Angelina Welly (SMA BPK Penabur Cirebon), Fiorenza Celesta (Global Prestasi School Bandung), Chelsea Aurelia Adellyne Kustiawan (SMA 1 BPK Penabur Bandung), Jill Valentine Kurniawan (SMA Tritunggal Semarang), Joanne Giovanni (SMA St. Louis 1 Surabaya), dan I Gusti Ayu Krisabella (SMAN 1 Denpasar).
Liga DBL tak hanya menjadi platform yang menghubungkan mimpi para student-athlete untuk menapak karier basket ke jenjang profesional atau timnas. Namun kompetisi yang sudah berjalan 20 tahun ini menurut Azrul terbukti mampu menghubungkan mimpi anak muda ke jenjang pendidikan ke perguruan tinggi atau karier non basket.
