Dugaan paling serius terhadap Binomo adalah bahwa aplikasi ini bisa dikendalikan secara langsung oleh pihak pengelola. Artinya, jika pengguna memprediksi grafik akan naik, grafik bisa saja secara sengaja dibuat turun.
Ini mirip dengan mekanisme perjudian online yang baru-baru ini dibongkar oleh pihak kepolisian di akun Instagram Polda Jogja—di mana permainan tebak angka dadu bisa dikendalikan dari balik layar menggunakan remote.
Masalah lainnya adalah banyak pengguna yang tergoda setelah melihat influencer memamerkan kekayaan hasil dari “trading”, padahal kenyataannya yang melakukan transaksi adalah pengikut mereka, sementara keuntungan justru diambil oleh pihak aplikasi dari selisih transaksi tersebut.
Baca Juga:Alasan Honda Brio jadi Mobil Terlaris hingga Saat Ini Padahal Begini FiturnyaDaftar 7 HP Gaming Murah Terbaik Pada 2025
Lebih parah lagi, aplikasi ini sering salah input nominal. Misalnya, pengguna ingin menyetor sejumlah tertentu, namun yang tercatat justru lebih besar—kemungkinan agar uang pengguna lebih cepat habis. Saat pengguna benar-benar menang besar, dana mereka justru tidak bisa ditarik, dan akun mereka malah diblokir.
FTX
Berbicara mengenai trading—baik itu kripto, saham, atau aset lainnya—selalu ada platform yang menyediakannya. Salah satunya adalah FTX, yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried pada tahun 2019 dan mengklaim sebagai tempat perdagangan kripto yang aman.
Agar lebih dikenal, FTX mulai bekerja sama dan memberikan sponsor ke berbagai pihak, termasuk mengajak Nas Daily untuk membuat konten bersama. Sam Bankman-Fried pun dipromosikan sebagai salah satu miliarder paling dermawan di dunia. Namun, di balik semua itu ternyata ada niat tersembunyi: mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya dari nasabah.
Dana dari para pengguna tersebut kemudian digunakan untuk menutupi masalah keuangan internal perusahaan. Ketika semuanya terungkap, Sam Bankman-Fried tidak bertanggung jawab dan memilih mengundurkan diri sambil menyatakan bahwa perusahaannya bangkrut.
Kasus ini menyebabkan kerugian sekitar 8 miliar dolar AS bagi para pelanggan FTX. Bankman-Fried pun akhirnya ditangkap dan diadili atas tuduhan penipuan.
Opera
Perusahaan sekelas Opera juga pernah melakukan endorse terburuk untuk prosuknya. Opera, perusahaan pengembang browser internet yang dahulu dikenal sebagai pelopor teknologi browser, kini terlibat dalam kontroversi serius yang mencoreng reputasinya. Setelah popularitasnya menurun, Opera mulai beralih ke bisnis pinjaman jangka pendek, dengan target utama negara-negara berkembang seperti Kenya, India, dan Nigeria.
