7 Endorse Brand Terburuk Sepanjang Masa Ini Rugikan Banyak Pihak

Endorse Brand Terburuk Sepanjang Masa
0 Komentar

Selain itu, Pie juga pernah bermasalah dengan pengembang uBlock Origin karena ketahuan mengambil kode dan teks tanpa izin. Tindakan ini tentu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta, yang secara hukum adalah tindakan ilegal.

Melihat kondisi tersebut, kasus Pie diperkirakan akan menjadi sengketa hukum yang panjang di masa mendatang.

  1. BetterHelp

Di Indonesia, kita sering mendengar berita publik figur yang terjerat kasus narkoba akibat depresi dan stres berat. Sementara itu, di luar negeri, isu kesehatan mental justru dimanfaatkan sebagai alat promosi oleh layanan seperti BetterHelp, yang telah dibongkar praktik curangnya oleh kanal Memology 101.

Lalu, apa saja masalah dari BetterHelp?

Baca Juga:Alasan Honda Brio jadi Mobil Terlaris hingga Saat Ini Padahal Begini FiturnyaDaftar 7 HP Gaming Murah Terbaik Pada 2025

  • Setelah masa uji coba gratis berakhir, pengguna langsung dikenakan biaya mahal.
  • Proses berhenti berlangganan sangat sulit, sehingga banyak pengguna merasa terjebak.
  • Data pribadi pengguna dibagikan tanpa izin, yang merupakan pelanggaran serius terhadap privasi.

Tak heran jika akhirnya Komisi Perdagangan Federal (FTC) di Amerika menyatakan BetterHelp bersalah dan menjatuhkan denda sekitar Rp170 miliar. Namun, yang mengherankan, bisnis mereka masih tetap berjalan.

Menurut kanal Sogisereal, BetterHelp kini menawarkan empat sesi konseling berdurasi 30 menit, padahal jika dibandingkan dengan konseling langsung, pengguna bisa mendapatkan dua sesi berdurasi 60 menit dengan harga yang lebih murah.

Itulah 7 endorse terburuk yang dilakukan influencer yang merugikan banyak orang. Hal ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk selalu berhati-hati dalam membagikan data pribadi di dunia digital, terutama kepada layanan yang belum sepenuhnya transparan.

SC: Calon Sarjana

0 Komentar