JABAR EKSPRES – Walhi Jawa Barat menyoroti sejumlah permasalahan lingkungan yang semakin memburuk di Jawa Barat dan mendesak Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengambil tindakan tegas.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, dalam acara peringatan Hari Bumi yang berlangsung di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (22/4).
Wahyudin mengungkapkan keprihatinan atas semakin menyusutnya tutupan hutan dan bertambahnya lahan kritis di Jawa Barat. Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang masih memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan.
Baca Juga:Walhi Soroti Kinerja Dedi Mulyadi Menangani Masalah Lingkungan : Tindak Pelanggar Tanpa Pandang Bulu!Pembangunan JLC Masih Wacana, Kang DS Sebut Kendala Ada di Kota Bandung Karena Belum Siap
“Kami berharap gebrakan-gebrakan beliau yang kami apresiasi hingga saat ini itu cukup baik, tapi bukan berarti di masa 100 hari saja geberakan itu dapat dilakukan oleh Gubernur,” katanya.
Lalu, turunnya status cagar alam dan konservasi di bawah BKSDA, izin kegiatan di bawah TNGC, PSN pemicu konflik hingga sektor energi menambah pemanasan global, evaluasi seluruh KSO tambang, kerusakan wilayah pesisir, skema palsu co-firing membabat kawasan hutan, dan isu-isu lingkungan lainnya.
Lebih jauh, Wahyudin menyoroti persoalan pengelolaan kawasan hutan dan perizinan pembangunan yang merusak ekosistem. “Kami juga ingin menyampaikan persoalan bencana yang berubah alih fungsi di kawasan Puncak Bogor bukan satu-satunya, tapi banyak perusahaan baik BUMD maupun swasta yang harus disikapi secara serius,” pungkasnya.
