JABAR EKSPRES – Walhi Jawa Barat mendesak Gubernur Dedi Mulyadi untuk serius menangani permasalahan lingkungan di Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, dalam peringatan Hari Bumi yang digelar di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (22/4).
Menurut Wahyudin, meskipun pada awal-awal masa pemerintahannya Dedi Mulyadi tampak aktif, seperti turun ke lapangan untuk menangani sampah bersama masyarakat, langkah tersebut tidak berlanjut dan tidak menyentuh masalah secara serius.
“Sikap yang lahir di Dedi Mulyadi itu kami apresiasi karena pemimpin yang kami harapkan adalah pemimpin yang mempunyai keberanian ketika ada pelaku pelanggaran lingkungan,” jelasnya.
Baca Juga:Pembangunan JLC Masih Wacana, Kang DS Sebut Kendala Ada di Kota Bandung Karena Belum SiapMiris, Warga Pelosok KBB Tandu Pasien Gegara Jalan Rusak!
“Pelaku pelanggaran itu bisa diusut dan ditindak secara tegas tanpa pandang bulu,” sambungnya.
Iwang menyebut ada 34 perusahaan yang dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup karena diduga melanggar Perda RTRW dan melakukan kegiatan yang mengubah lanskap kawasan lindung.
Ia menyinggung kasus Eiger di kawasan Puncak yang kembali beroperasi meski dinilai melanggar tata ruang. “Kalau pelanggaran terbukti dilakukan secara sengaja, seharusnya bisa dijerat pidana sesuai UU No. 32 Tahun 1999,” pungkasnya.
