Ia menyebut bahwa Pemkot Bogor juga menggandeng Koperasi Merah Putih yang akan mendukung kebutuhan logistik program MBG.
Jika terealisasi, setiap koperasi yang berpartisipasi akan mendapatkan dukungan dana hingga Rp5 miliar dari pemerintah pusat.
Dalam menjaga ketertiban di ruang publik, Dedie Rachim menegaskan akan dimulai sistem penataan pengamen yang lebih tertib dan ramah.
Baca Juga:Reaktivasi 5 Jalur Kereta Api di Jabar, BTP Sebut Dilakukan Secara BertahapTanggapi Putusan Sengketa Lahan SMANSA dari PTUN, Pihak Sekolah: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Biro Hukum Jabar!
Mulai Selasa (22/4), Pemkot akan mengadakan audisi khusus bagi para pengamen ber-KTP Bogor. Mereka yang lolos akan mendapatkan ruang berekspresi di taman-taman kota, mengikuti konsep street performance seperti di negara-negara maju.
“Ini bagian dari upaya kita menciptakan ruang publik yang nyaman. Pengamen tetap bisa berkarya, tapi tidak mengganggu kenyamanan warga,” tegas Dedie.
Dedie juga mengajak seluruh warga dan ASN untuk menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai pengingat pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. (YUD)
