JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, melalui Sekda Jabar, Herman Suryatman, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk merevisi desain pembangunan area Situs Prasasti Batutulis yang berada di kawasan Gedung Bumi Ageung Batutulis.
Bangunan tersebut diminta agar menyesuaikan dengan rencana pemanfaatan sebagai Museum Pakuan Padjajaran.
Merespons arahan tersebut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan kesiapannya untuk segera menyiapkan Detailed Engineering Design (DED) pada tahun ini, serta melaksanakan penyesuaian desain untuk pembangunan kembali pada tahun anggaran 2026.
Baca Juga:Bahlil Usulkan Tambah Impor Migas dari AS Rp168 T : Agar Neraca Perdagangan Seimbang!TPS Liar Menjamur di Cimahi Usai Lebaran, DLH Gencarkan Pembersihan
Meski belum terwujud sepenuhnya, langkah menuju ke sana telah dibuktikan melalui kehadiran kawasan Bumi Ageung Batutulis.
“Semangat membangun museum sudah luar biasa. Tinggal nanti diberi sentuhan arsitektur agar lebih mengesankan sebagai sebuah museum sejarah masa lalu,” tutur KDM.
Tak hanya itu, KDM juga menekankan bahwa pihaknya juga akan melibatkan tim ahli geologi, ahli bahasa, ahli sejarah, dan filolog untuk menyusun buku yang dapat menjelaskan Batutulis secara akademis.
“Sehingga saat kita berkunjung ke tempat bersejarah, kita bisa memahami bahwa dulu pernah ada peradaban. Raja dilantik dengan membuat tulisan di batu yang abadi. Ini menunjukkan bahwa orang Sunda punya leluhur yang cerdas, pintar, dan hebat pada masanya,” ungkapnya.
