Sejak program ini dimulai, puluhan ASN di Kota Banjar telah merealisasikan program ini. Bagi Mak Engkoy, kehadiran anak asuh seperti Tito telah memberinya harapan baru.
“Saya doakan yang terbaik untuk Pak Tito. Semoga semua pegawai di sini selalu diberi kesehatan agar bisa terus membantu orang seperti saya,” ucapnya, merapikan kerudung sembari menyimpan sebungkus gula ke dalam keranjang belanja.
Program Nyaah ka Indung Bapa mungkin belum menyelesaikan semua masalah lansia, tetapi setidaknya ia telah menjadi bukti di balik rutinitas birokrasi, masih ada ruang untuk kehangatan manusiawi. (CEP)
