“Saya kira kita bisa meng-absorb dampak tarif 32 persen yang diterapkan oleh Amerika,” kata Ketua DEN.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyebut Indonesia harus berani mencari pasar tujuan ekspor yang baru, terutama setelah terkenal tarif timbal balik impor 32 persen ditambah tarif impor umum 10 persen dari Amerika Serikat.
Ia melanjutkan pengusaha-pengusaha Indonesia harus mulai menjajaki pasar-pasar non-tradisional yang juga potensial, misalnya negara-negara Afrika.
Baca Juga:Retret Kades Belum Jadi Prioritas, Bupati Rudy Susmanto Fokus Perbaiki Jalan RusakLibur Lebaran Berakhir, Korlantas Resmi Tutup One Way Nasional untuk Arus Balik
“Afrika itu the new emerging market of the world. Afrika jumlah penduduknya besar, resource-nya banyak, kebutuhannya banyak,” kata Prabowo.
Menurutnya, ada beberapa pengusaha Indonesia yang telah menggarap pasar di Afrika, misalnya Salim Group dengan produk mie instannya.
