Menurutnya, sepeda motor merupakan kendaraan yang paling berisiko atau rentan, karena tubuh kita tidak dilindungi oleh bagian kendaraan tersebut.
Djoko memaparkan, membawa anak-anak menggunakan sepeda motor sangat rawan terhadap kecelakaan dan kesehatan anak.
“Hingga sekarang, pemerintah belum berani melarang resmi untuk tidak membawa anak mudik naik sepeda motor dalam perjalanan jarak jauh,” paparnya.
Baca Juga:Prospek Cuaca Hasil Analisa BMKG, Kabupaten Bandung Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai PetirPenipuan Modus Bantuan Masjid, Nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Dicatut
Djoko menjelaskan, ahli kesehatan tidak menyarankan membawa anak mudik menggunakan sepeda motor, karena berisiko tinggi bagi keselamatan anak.
“Alasannya, seperti perkembangan motorik anak di bawah 2 tahun belum memiliki perkembangan motorik yang kuat untuk berpegangan. Kemudian hipotermia, yaitu anak berisiko mengalami hipotermia atau kedinginan,” jelasnya.
Djoko mengungkapkan, bahaya lainnya yakni kecelakaan, risiko kecelakaan lalu lintas sangat tinggi bagi anak.
Seperti tergencet, yakni anak berisiko tergencet di antara orang tua, polusi, yakni anak berisiko terpapar polutan, kelelahan dan stress, yakni perjalanan panjang berpotensi membuat anak menjadi kelelahan dan bahkan stres.
“Makanya saya melarang anak-anak mudik menggunakan sepeda motor, pemerintah harus memperbanyak kapasitas mudik gratis menggunakan bus dan kereta api,” ungkapnya.
“Perbanyakan bus tidak hanya di Pulau Jawa, namun ke Sumatera, terutama Provinsi Lampung. Hendaknya, setiap kota dan kabupaten di Provinsi Lampung disinggahi bus mudik gratis,” pungkas Djoko. (Bas)
