Bogiman, Bronto, Debby Dbay, Hilda Alhaque, Mr. Aditya, Nia Gautama & Indonesian Art Documentary, Patra Aditya, Rendy Pandita, Taufik Setiawan, dan Toni Masdiono menghadirkan ikon-ikon budaya populer dan elemen-elemen urban dalam karya mereka baik secara utuh atau peminjaman sebagian tertentu.
3. Identitas dan Subkultur Urban
Karya-karya personal dan politis ini mengangkat kisah tentang keberagaman, marginalisasi, serta resistensi terhadap norma sosial. Seni menjadi alat bagi komunitas untuk menyuarakan narasi yang sering terabaikan.
Karya-karya seniman seperti Cahaya Novan, Derry Smbiring, Faisal Al-zaki X Street Art Dakwah, Influemza, Isyam, Matrahita Kolektif, dan Tina Wahyuningsih menyoroti bagaimana dualitas ekosistem urban, sistem kepercayaan dan penyebarannya, pengalaman pribadi, marjinalitas, dan pemberontakan terhadap norma sosial yang perlu diapresiasi dan dimaknai ulang.
Baca Juga:Pemprov Jabar Lepas Ribuan Pemudik dalam Program Mudik Gratis DEFEND IDIni Alasan Damri Ditolak di Stasiun Banjar !
Selamat datang di Urban Moment—sebuah perayaan visual yang melampaui batasan-batasan tradisional seni, merangkul dinamika budaya kota, dan menawarkan perspektif baru tentang identitas, komunitas, dan ekspresi kreatif.
Pameran Urban Moments 2025 berlangsung mulai tanggal 25 Maret – 25 Juni 2025 di GREY Art Gallery – Jalan Braga No 47, Kota Bandung.
Tiket weekdays IDR 20.000, weekend & public holiday IDR 35.000. Untuk jam operasionalnya: Monday-Thursday, Sunday 10.00 am – 08.00 pm; Friday – Saturday 10.00 am – 10.00 am.
