JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diaudit setiap tiga bulan atau kuartalan untuk memastikan efektivitas dan perbaikan berkelanjutan.
“Kami sudah bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Kami sepakat untuk melakukan audit setiap kuartal, sehingga kita bisa mengidentifikasi kekurangan dan melakukan perbaikan yang diperlukan,” ungkap Luhut.
Luhut melakukan pertemuan dengan Dadan Hindayana pada hari Selasa bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Baca Juga:Konsumen Minyakita Bisa Klaim Ganti Rugi, Ini Cara dan Prosesnya!Polres Banjar Pasang Stiker Edukasi Keselamatan Jelang Arus Mudik Lebaran 2025
Mereka membahas program MBG yang tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memiliki potensi untuk menurunkan tingkat kemiskinan hingga 2,6 persen.
“Target penerima manfaat program ini adalah 82,9 juta orang dengan pengelolaan anggaran sebesar Rp171 triliun, jadi keberhasilan program ini harus didukung bersama,” jelas Luhut.
Luhut juga menyebutkan bahwa program MBG sudah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti peningkatan permintaan terhadap komoditas seperti beras, telur, dan ayam.
“Program ini mampu menyerap hasil produksi dalam negeri dan mendukung sektor pertanian,” tambahnya.
Selain menciptakan lapangan kerja, MBG diprediksi juga akan mengurangi ketimpangan hingga 3,6 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, dengan catatan program ini berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Saat ini, MBG telah berjalan di 38 provinsi dengan 2 juta penerima manfaat melalui 722 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menjaga kualitas makanan dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Hingga akhir 2025, program ini ditargetkan akan memiliki 32 ribu SPPG untuk melayani lebih banyak masyarakat.
Baca Juga:Tebing Setinggi 8 Meter Longsor Timpa Rumah di Bandung BaratFokus ke Sektor Prioritas, Pemkot Cimahi Siapkan Realokasi Anggaran Efisiensi
“Saya melihat keberhasilan program ini tak lepas dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan mandiri. Kehadiran MBG saat ini bukan hanya program sosial, tetapi juga penggerak roda perekonomian daerah yang pada akhirnya turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Luhut.
