Kementerian KLHK Lakukan Penyegelan Bangunan di Puncak, Dedi Mulyadi: Harusnya Dibongkar!

Penyegelan oleh kementerian. Foto : Sandika /jabarekspres.com
Penyegelan oleh kementerian. Foto : Sandika /jabarekspres.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES -Pemerintah melalui Kementerian KLHK dan Kemenhut tengah gencar melakukan penertiban di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Total sementara yang mereka tertibkan dan di pasangi plang penyegelan sedikitnya ada 11 bangunan vila maupun tempat wisata.

Kementerian lingkungan hidup menyegel bangunan yang berdiri di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Baca Juga:Geram Bantaran Sungai Jadi Pemukiman, Dedi Mulyadi Segera Keluarkan Pergub Alih Fungsi Lahan di JabarBawaslu Kota Bandung Tangani 8 Dugaan Pelanggaran Selama Pilkada 2024

Sementara Kemenhut menyasar tempat-tempat wisata yang berdiri diatas hutan produksi. Penyegelan itu akan terus dilakukan.

Namun langkah penertiban yang dilakukan pemerintah pusat itu malah dapat kritikan dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.

Dedi meminta kementerian untuk bersikap tegas bagi pelanggar alih fungsi lahan. Ia menyoroti pengunaan lahan di hutan produksi.

Harusnya, kata dia area vila maupun rumah yang berdiri di atas lahan hutan lindung, jangan hanya di pasangi plang saja, Tetapi mesti langsung di bongkar.

“Saya sudah ngomong di media sosial kepada Kemenhut, Dirjen penegakan hukumnya. Kalo memang area vila maupun rumah di hutan lindung ya langsung di bongkar,”katanya, Kamis (13/3) malam.

Menurutnya, kebutuhan ekosistem saat ini bukan lagi membutuhkan plang penyegelan. Dirinya menilai jika kementerian berani membongkar, maka air akan lagi terserap oleh tanah.

“Kalo sudah di bongkar apasi tujuannya? kalo sudah di bongkar kan airnya jatuh lagi ke tanah meresap, kalo diplang nanti abis diplang bulan juni musim kemarau, nanti orang lupa lagi nanti musim hujan bikin plang lagi,” katanya.

Baca Juga:Rumah Maggot Turangga, Ikhtiar Olah Sampah Dapur Jadi Pakan TernakPuluhan Rumah Makan di Kota Banjar Terciduk Buka Saat Puasa

Pria yang masih patuh dengan ajaran sunda ini menilai, hutan adalah nilai sebuah spiritual yang menjadi ekosistem bagi kehidupan manusia.

Kendati begitu, perlu adanya kepedulian terhadap lingkungan agar selalu dijaga dan tetap dilestarikan.

Lebih lanjut, dia menyebut, peninggalan Sunda di Bogor yang ada dan masih dipergunakan manfaatnya oleh masyarakat, yakni gunung dan hutan.

0 Komentar