Naskah Khutbah Jumat Tentang Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental

ILUSTRASI Ibadah puasa di bulan Ramadhan ternyata bisa bermanfaat untuk kesehatan mental. (freepik)
ILUSTRASI Ibadah puasa di bulan Ramadhan ternyata bisa bermanfaat untuk kesehatan mental. (freepik)
0 Komentar

وَكُلُوْا وَاشْرَبوُْا حَتّٰى يتََبَيَّنَ لَكُمُ الخَْيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الخَْيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِ

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

Puasa begitu identik dengan tata waktu, sebab puasa memiliki batasan durasi yang dimulai ketika fajar dan berakhir ketika waktu terbenamnya matahari. Selama durasi puasa masih bergulir, maka umat Islam yang menjalaninya dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti halnya makan, minum maupun melakukan hubungan suami-istri. Juga, melakukan hal-hal negatif yang bisa mengurangi keutamaannya.

Aturan tersebut tidak hanya berlaku sebagai aturan ritualitas agama semata, namun juga memberi penekanan pada pembelajaran untuk menjalani hidup secara disiplin. Sebab tanpa adanya ketaatan atas batasan maupun aturan yang berlaku, maka ritual puasa yang dilakukan tidak akan sempurna atau bahkan dinyatakan batal.

Sidang Jum’at hafizhakumullah,

Baca Juga:Cara Dapat Uang di Bulan Ramadhan Hingga Rp144.000 Perjam, Hanya Pake HP DoangBacaan Sholawat Ibrahim, Paling Dasyat Dibaca Hari Jumat di Bulan Ramadhan

Hikmah kedua masih berkaitan aspek kedisiplinan, namun lebih spesifik dalam tata kelola makan. Puasa Ramadan memberlakukan aturan makan ketika sahur dan makan saat waktu berbuka tiba.

Aturan ini secara langsung mengharuskan siapapun yang ingin berpuasa untuk mampu membiasakan dirinya makan dengan batasan durasi yang ditentukan. Hal ini berakibat pada pembentukan pola makan teratur yang menjadi salah satu indikator dari pola hidup sehat.

Pola makan teratur dan disempurnakan dengan asupan gizi yang cukup juga sangat berpengaruh bagi kesehatan mental.

Bahkan hadis-hadis yang berkaitan dengan makan sahur dan berbuka, juga melengkapi pemahaman kita bahwa makan tidak hanya sekedar mengisi kekosongan perut namun juga rohani. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw tentang fadhilah sahur dan berbuka berikut:

تَسَحَّرُوا فإنَّ في السَّحُورِ برََكَ ةً

“Sahurlah kalian, sebab di dalam sahur terdapat keberkahan.”

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kebahagiaan: kebahagiaan tatkala berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya.”

Kedua hadis ini memberikan pelajaran bahwa di dalam sahur maupun berbuka puasa terdapat keberkahan dan kebahagiaan yang dapat dirasakan secara rohani setelah menjalankan ritual yang mengasah spiritual.
Jemaah yang berbahagia,

Hikmah ketiga berkaitan dengan tata kelola emosi dan pikiran serta hal-hal negatif lain yang mengikutinya. Puasa Ramadan begitu kental dengan nuansa menahan diri, maka dalam literatur fikih, puasa dimaknai dengan “al-imsāk” yang secara literal artinya “menahan”.

0 Komentar