JABAR EKSPRES – Puasa di Bulan Ramadhan ternyata tidak hanya memberikan manfaat dalam kesehatan fisik saja, melainkan juga untuk kesehatan mental bagi yang menjalankannya.
Bagaimana tidak, dengan berpuasa, seseorang akan menjadi lebih terjaga mentalnya, karena ada tuntutan menahan hawa nafsu. Sehingga secara emosional akan lebih stabil dan terhindar dari melakukan maksiat.
Bagaimana cara Islam menjaga kesehatan mental umatnya dengan berpuasa Ramadhan? dalam sebuah khutbah jumat yang naskahnya ada di laman resmi Kementrian Agama, dijelaskan secara gamblang mengenai hal tersebut.
Baca Juga:Cara Dapat Uang di Bulan Ramadhan Hingga Rp144.000 Perjam, Hanya Pake HP DoangBacaan Sholawat Ibrahim, Paling Dasyat Dibaca Hari Jumat di Bulan Ramadhan
Berikut naskah khutbah jumat tentang puasa Ramadhan bermanfaat untuk kesehatan mental.
Khutbah Pertama
الحَمْدُ ﻟِﻠﻪَِّ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالحَِاتُ عْجِزَاتِ
ُوَأَرْسَلَ رَسُوْلَه ﺑِﺎلقُرآنِ وَهُوَ أَحْسَنُ الم . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اﻟﻠﻪَُّ وَحْدَهُ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بعَْدَهُ. اللَّهُمَّ رْسَلِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدََ
ُصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ الم
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجمَْعِينَ. أَمَّا بعَْدُ . حْبُوبُونَ، أُوصِيكُمْ وَنفَْسِي بِتَقْوَى اﻟﻠﻪَِّ عَزَّ سَيِّدَِ
َفَيَا أَيهَُّا الحَاضِرُونَ الم
أَيهَُّا الَّذِينَ آمَنُوا اتقَُّوا اﻟﻠﻪََّ حَقَّ تقَُاتِهِ وَلَا تَمُو تُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُو ن} وَقَدْ قَا ل { وَجَلَّ، فَقَدْ قَالَ فِي كِتَابِهِ العَزِيزِ { َ
:وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِيّْ قَرِيْبٌ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ ولْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يرَْشُدُوْنَ }
Hadirin jemaah salat Jum’at yang berbahagia,
Pada kesempatan ini, khatib ingin mengingatkan kita semua untuk senantiasa meningkatkan takwa dengan mematuhi segala perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya, seraya meneladani Baginda Nabi Muhammad saw sebagai penyampai risalah dan teladan sempurna, agar kita kelak dipertemukan dalam kebahagiaan abadi di jannah-Nya.
Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah,
Puasa Ramadan tidak hanya merupakan ritual ibadah yang secara khusus diwajibkan bagi umat Islam di bulan Ramadan. Puasa Ramadan juga tidak sekedar ibadah yang bernilai pahala bagi umat Islam yang mengerjakannya. Lebih dalam, puasa Ramadan menyimpan berbagai hikmah yang begitu berharga bagi kehidupan setiap muslim yang menjalaninya dengan penuh ketaatan dan penghayatan.
Salah satu di antara hikmah puasa Ramadan ialah sebagai solusi kesehatan mental. Isu kesehatan mental menjadi salah satu pembicaraan yang menyita perhatian dewasa ini.
Belakangan ini cukup banyak dijumpai kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh gangguan mental seperti depresi dan kecemasan berlebih. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya kemampuan dalam mengendalikan serta mengelola emosi dan pikiran ketika berhadapan dengan masalah kehidupan.
Tercatat sebelum penghujung tahun 2024 terdapat 849 kejadian bunuh diri dan hampir 50% terjadi pada remaja yang beranjak ke usia dewasa.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari tradisi puasa Ramadan yang jika ditinjau dari sisi manajemen emosi dan pikiran, dapat menjadi solusi bagi masalah kesehatan mental. Hikmah pertama dan utama berkaitan dengan aspek manajemen waktu yang memberikan pelajaran bagi manusia dalam menjalankan hidup yang disiplin. Dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 187, Allah Swt berfirman:
