JABAR ESKPRES – Dalam pengembangan dan kemajuan koperasi di Tanah Air ada 5 hal penting yang harus diwudkan yakni kepercayaan, dedikasi, inovasi, persatuan, serta peningkatan kepasitas usaha.
Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop), Ahmad Zabadi mengatakan lima poin itu berdasarkan pesan yang disampaikan oleh proklamator Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta.
Zabadi menjelaskan, poin pertama koperasi harus didirikan dan dikelola dengan berlandaskan pada asa kepercayaan dan kejujuran.
Kejujuran menjadi salah satu faktor terpenting agar koperasi bisa tumbuh.
Baca Juga:Program 3 Juta Rumah Siap Dieksekusi Investor AsingCerita Tukang Sol di Cimahi yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi
“Ada koperasi yang mengalami masalah karena adanya praktik-praktik yang tidak jujur baik dari manajemen, pengurus pengawas atau manajemen. Sehingga kejujuran harus dibentuk dalam sebuah sistem yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Poin kedua, Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga pengawas kopersi harus lebih jeli dan rajin dalam belajar mengadopsi praktik-praktik baik yang dilakukan oleh koperasi-koperasi lain.
Dengan banyak belajar dari contoh sukses koperasi di berbagai wilayah Indonesia akan memacu pengurus atau pengelola untuk meningkatkan kapasitas dan layanan.
Ketiga, Bung Hatta bepesarn agar pengelola, pengurus hingga karyawan berdedikasi kuat serta dilandasi keberanian.
“Bung Hatta mengatakan keberanian menaklukan ketakutan diri sendiri menjadi hal yang penting, kerena kegagalan muncul akibat rasa takut yang menghantui diri kita,” katanya.
Pesan Bung Hatta lainnya yaitu memperkuat persatuan dan kesatuan karena akan menjadi kekuatan yang besar bagi koperasi.
Kemudian, untuk pesan kelima yaitu semua pihak harus bergerak untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha koperasi. Bentuk gerak nyata yang dapat dilakukan oleh anggota adalah dengan membayar iuran wajib hingga iuran sukarela.
Baca Juga:Peresmian Bank Emas Pertama di Indonesia, Presiden Berharap Jadi Dampak Positif Bagi PerekonomianDana Desa Kota Banjar Tahun 2025 Capai Rp18,55 Miliar, Nasib Anggaran Desa Masih Mengambang
“Berkoperasi bukan sekedar simbol kita menjadi anggota saja, tetapi koperasi secara esensial dari, oleh dan untuk anggota meningkat. Maka perkembangan koperasi sangat ditentukan oleh komitmen dan tanggung jawab dari banyak pihak,” kata Zabadi.
