Retret di Magelang Jadi Momen Berharga Bagi Dedie Rachim dan Kepala Daerah Lainnya, Ini Kata Mendagri!

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat mengikuti rangkaian kegiatan retret di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. (Yudha Prananda / Istimewa)
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat mengikuti rangkaian kegiatan retret di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. (Yudha Prananda / Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari Retret Kepala Daerah yang dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Dedie menjelaskan, bahwa tujuan utama dari retret ini adalah memperkuat pemahaman dan kesiapan para kepala daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Selain itu, retret ini juga bertujuan untuk menyelaraskan program strategis pemerintah pusat dengan visi dan misi di daerah masing-masing.

Baca Juga:Imbas Larangan Study Tour hingga Pemangkasan Anggaran, Pelaku Usaha Pariwisata Keluhkan Hal Ini55 Kepala Daerah Ikuti Larangan Megawati Hadiri Retret, Hasto: Kami Tunggu Keputusan DPP

“Karena ini juga menyangkut jadwal yang padat, di mana dalam rundown akan dijadwalkan pemaparan dari menko, menteri, dan beberapa kepala badan, termasuk juga kepala-kepala lembaga negara,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pentingnya retret ini adalah sebagai forum bagi seluruh kepala daerah untuk saling mengenal satu sama lain.

“Inilah kepentingan bangsa dan untuk kepentingan rakyat masing-masing. Kepala daerah dipilih oleh rakyat, dan mereka harus mempertanggungjawabkan amanah itu kepada rakyat kembali,” tegasnya.

Mendagri juga membeberkan mengenai pengelolaan APBD. Menurutnya, masih banyak pengelolaan APBD yang tidak efisien, di mana terlalu banyak anggaran yang dihabiskan tanpa perencanaan matang, sehingga berdampak pada program-program yang kurang efektif.

“Seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat yang sebenarnya bisa dilakukan secara daring melalui Zoom. Saya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada semua daerah terkait item apa saja yang harus diefisiensikan dan bagaimana caranya. Kemudian, itu akan dimonitor melalui sistem kami dan ditembuskan kepada Mendagri untuk ditindaklanjuti,” papar Tito.

0 Komentar